Daftar Sayuran & Buah yang Paling Banyak Tercemar Mikroplastik: Warga RI Wajib Waspada

Ilustrasi

Jakarta, SumselSatu.com

Bahaya mikroplastik kini bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan manusia. Partikel plastik berukuran mikroskopis ini dilaporkan telah masuk ke dalam rantai makanan global, mulai dari protein hewani hingga sayur-sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia.

Berdasarkan studi yang dimuat dalam jurnal Environmental Research, mikroplastik yang masuk ke tubuh dapat menempel pada dinding usus, memicu peradangan, hingga berpotensi melemahkan sistem imun.

Protein dan Nabati Tak Luput dari Kontaminasi

Peneliti menguji lebih dari 12 jenis sumber protein populer, termasuk daging sapi, dada ayam, nugget, daging babi, hingga makanan laut seperti udang. Hasilnya mengejutkan: hampir 90% sampel protein tersebut mengandung mikroplastik.

Bahkan, alternatif daging nabati seperti tahu, nugget nabati, dan stik ikan nabati juga ditemukan mengandung partikel serupa.

Buah dan Sayur dengan Kadar Mikroplastik Tertinggi

Selain pada daging, kontaminasi masif ditemukan pada produk hortikultura. Studi yang dipublikasikan di Environmental Science memperkirakan terdapat sekitar 52.050 hingga 233.000 partikel plastik berukuran di bawah 10 mikrometer dalam berbagai jenis buah dan sayur.

Berikut adalah daftar komoditas dengan tingkat kontaminasi tertinggi:

Apel: Buah yang paling tercemar dengan rata-rata 195.500 partikel plastik per gram.

Pir: Mengandung rata-rata 189.500 partikel plastik per gram.

Wortel & Brokoli: Sayuran yang paling terkontaminasi, dengan rata-rata lebih dari 100.000 partikel plastik per gram.

Selada: Meski memiliki partikel lebih sedikit dibanding wortel, selada ditemukan mengandung potongan plastik dengan ukuran yang lebih besar.

Bagaimana Plastik Masuk ke Dalam Tanaman?

Penelitian dari Universitas Catania, Italia, serta studi sebelumnya mengungkap bahwa mikroplastik dan nanoplastik dapat menembus akar tanaman selada dan gandum. Partikel ini terakumulasi melalui penyerapan air atau tanah yang telah tercemar limbah plastik.

“Saat kita menggigit apel, kemungkinan besar kita juga mengonsumsi mikroplastik,” ujar Sion Chan, juru kampanye Greenpeace Asia Timur yang berbasis di Hong Kong. #fly/CNBC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here