Inflasi Palembang Naik Jadi 2,53 Persen, Pemko Optimalkan Strategi 4K

INFLASI---Inflasi tahunan atau Year-on-Year (yoy) Kota Palembang pada Mei 2026 tercatat mencapai 2,53 persen. (FOTO: SS 1/IST).

Palembang, SumselSatu.com

​Pemerintah Kota (Pemko) Palembang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang merilis data indikator ekonomi makro strategis terbaru.

​Dalam rilis resmi di Lawang Jabo Pemko Palembang, tingkat inflasi tahunan atau Year-on-Year (yoy) Kota Palembang pada Mei 2026 tercatat mencapai 2,53 persen. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 1,71 persen.

​Merespons kenaikan tersebut, Pemko Palembang bergerak cepat melakukan langkah taktis untuk mengamankan harga pangan di pasaran.

​Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani menjelaskan bahwa lonjakan inflasi pada bulan ini utamanya dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas bumbu dapur utama serta faktor dinamika global.

​”Peningkatan inflasi bulan Mei ini seiring dengan naiknya harga cabai merah, bawang merah, dan tomat,” kata Isnaini, Selasa (2/6/2026).

​Selain karena tingginya permintaan menjelang libur nasional dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), kenaikan harga minyak mentah dunia sejak awal Maret 2026 juga ikut memberi dampak turunan.

​”Hal itu memicu penyesuaian harga BBM non-subsidi, yang berdampak pada biaya kemasan serta harga pangan,” tambahnya.

​Mengingat pengendalian inflasi menjadi salah satu indikator utama kinerja pemerintah daerah, Pemko Palembang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) langsung mengoptimalkan strategi 4K.

​Strategi tersebut meliputi ketersediaan pasokan, keterjangkauan (kestabilan) harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif

​”Kita masih lakukan kerja sama antar-daerah untuk mencukupi ketersediaan pasokan dan mengadakan pasar murah,” ungkap Isnaini.

​Di samping dinamika inflasi, Berita Resmi Statistik juga memaparkan performa sektor pariwisata Palembang sepanjang 2025 hingga kuartal kedua 2026.

​Data tiga bulan terakhir menunjukkan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) ke Kota Pempek terbilang dinamis. Pada Februari 2026 tercatat ada 493.903 perjalanan, Maret sebanyak 640.640 perjalanan, dan April mencapai 529.423 perjalanan.

​Menurut Isnaini, keberhasilan mengendalikan inflasi memiliki korelasi kuat terhadap kenyamanan ekosistem pariwisata daerah.

​”Strategi pengendalian inflasi ini tidak hanya memastikan ketersediaan pangan bagi warga lokal, tetapi juga sangat menunjang terciptanya iklim pariwisata yang nyaman dan ramah kantong bagi para wisatawan,” katanya. #fly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here