Pagar Alam, SumselSatu.com
Bandar Udara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, resmi berstatus “open” dan beroperasi kembali secara normal mulai pukul 08.12 WIB, Senin (7/9/2026).
Kepastian ini menyusul hasil pemeriksaan paper test yang menunjukkan wilayah udara di sekitar bandara sudah bersih dari paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, status pembukaan kembali Atung Bungsu ditetapkan berdasarkan NOTAM C1107/26 dan NOTAMC C1105/26. Bandara ini pun menjadi satu-satunya dari delapan bandara yang sebelumnya ditutup akibat sebaran abu vulkanik yang sudah dinyatakan aman dan kembali melayani penerbangan.
“Satu bandara sudah bisa dibuka yaitu Atung Bungsu di Pagar Alam. Hasil paper test menyatakan bandara tersebut negatif dari paparan partikel debu atau abu vulkanik,” ujar Dudy.
Kembali beroperasinya Atung Bungsu ini menegaskan ketahanan bandara di dataran tinggi Pagar Alam tersebut, yang dalam sebulan terakhir juga sempat diuji oleh ancaman bencana lain.
Awal Agustus lalu, karhutla seluas lima hektare bahkan sempat menjalar hingga ke sisi landasan pacu, sementara akhir Agustus kawasan bandara turut diselimuti kabut asap. Kendati begitu, pihak otoritas bandara saat itu memastikan operasional penerbangan tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Pembukaan kembali Atung Bungsu ini menjadi angin segar bagi masyarakat Pagar Alam dan sekitarnya, di tengah masih ditutupnya tujuh bandara lain terdampak erupsi, termasuk Bandara Husein Sastranegara Bandung yang saat ini masih dalam tahap peninjauan.
Kementerian Perhubungan menegaskan akan terus memperbarui informasi status bandara-bandara yang masih terdampak seiring perkembangan kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. #fly










