
Palembang, SumselSatu.com
Matahari di ufuk barat Palembang mulai meredup pada Minggu (15/3/2026) sore. Namun, di tengah hiruk-pikuk kota, pukul 15.30 WIB, sebuah kehangatan terpancar dari senyum seorang pria yang tak lelah menyapa warga.
Ia adalah Chairul S Matdiah, sosok yang dikenal vokal di kursi DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Namun sore itu ia hadir dengan jubah yang berbeda, sebagai penyambung kebahagiaan.
Di tangannya, seribu paket nasi bungkus siap dibagikan. Bukan sekadar urusan perut, setiap bungkus nasi seharga Rp20.000 itu membawa pesan mendalam tentang kepedulian di bulan yang suci.
Antrean warga mulai terlihat tertib. Ada tukang becak yang menyeka keringat, ibu-ibu yang menggendong anaknya, lansia yang berjalan perlahan, hingga security yang bertugas menjaga keamanan Kantor DPRD Sumatera Selatan. Suasana mendadak syahdu saat Chairul menyerahkan langsung bantuan tersebut, dibantu sang anak Muhammad Jaya Sahputra.
Ada getaran haru yang tertangkap kamera saat seorang pria paruh baya menerima bungkusan itu dengan tangan gemetar. Baginya, nasi bungkus ini bukan hanya santapan berbuka, tapi bentuk perhatian yang nyata di tengah himpitan ekonomi.
”Alhamdulillah, terima kasih Pak Chairul. Di saat harga-harga sedang naik, bantuan seperti ini sangat berarti buat kami yang di jalanan. Semoga Bapak sehat selalu dan terus ingat kami,” ujar salah satu warga yang menerima bantuan dengan mata berkaca-kaca.
Di tengah antrean, seorang ibu paruh baya bernama Aminah (52) tampak berkaca-kaca saat menerima bungkusan nasi langsung dari tangan Chairul. Baginya, bantuan ini lebih dari sekadar makanan, tapi sebuah bentuk pengakuan bahwa rakyat kecil tetap diperhatikan.
”Terima kasih banyak, Pak Chairul. Jujur, tadi saya sempat bingung mau buka pakai apa karena jualan lagi sepi. Eh, tiba-tiba Bapak datang bawa nasi enak begini. Semoga rezeki Pak Chairul makin melimpah dan selalu peduli sama kami yang di bawah ini,” ungkap Aminah dengan nada bergetar.
Tak jauh dari sana, seorang pengemudi ojek daring juga melontarkan apresiasinya.
“Luar biasa perhatiannya. Pak Chairul ini bukan cuma bicara di Kantor (DPRD), tapi turun langsung ke jalan. Ini yang kami butuhkan,” cetusnya singkat sebelum kembali melanjutkan sisa orderan sore itu.
Bagi Chairul, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas politik. Sebagai kader Partai Demokrat, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir langsung di tengah masyarakat, terutama di momen-momen spiritual seperti bulan Ramadan.
”Hari ini saya membawa 1000 nasi bungkus untuk saudara-saudara kita. Saya ingin kita semua bisa merasakan nikmatnya berbuka dengan layak,” ujar Chairul S Matdiah dengan nada rendah hati.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan atas izin dan semangat kebersamaan bersama pimpinan partai.
“Terima kasih kepada Pak Ketua H Cik Ujang (Ketua DPD Partai Demokrat) atas dukungannya. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus berbagi kebahagiaan. Semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa berkah bagi kita semua dan menjadi amalan yang diterima Allah SWT,” tambahnya sembari menyemangati warga.
Bagi Chairul S Matdiah, setiap butir nasi yang berpindah ke tangan warga adalah obat bagi jiwanya. Meski jadwal sebagai anggota legislatif sangat padat, ia mengaku tidak pernah merasa lelah jika harus terjun langsung membagikan sedekah.
”Entah kenapa, setiap kali saya bersedekah nasi bungkus dan melihat mereka tersenyum, badan saya malah terasa makin segar dan sehat. Lelahnya hilang seketika,” ujar Chairul dengan binar mata yang tulus.
Beliau meyakini bahwa berbagi adalah bentuk rasa syukur yang paling nyata atas nikmat kesehatan dan jabatan yang diembannya.
”Saya merasa jauh lebih bahagia saat tangan saya di atas. Doa-doa dari masyarakat itulah yang saya rasa menjadi rahasia mengapa saya selalu semangat dan sehat dalam menjalankan tugas sebagai kader Demokrat maupun sebagai wakil rakyat. Bagi saya, kebahagiaan mereka adalah energi saya,” ujar Chairul sembari melanjutkan pembagian paket terakhir.
Aksi berbagi yang dilakukan Chairul S Matdiah sore ini bukanlah sekadar gerakan musiman. Bagi mereka yang mengenal sosoknya sejak lama, kedermawanan ini adalah kelanjutan dari tradisi pribadi yang telah ia pupuk selama puluhan tahun. Jauh sebelum duduk di kursi parlemen, Chairul sudah terbiasa menyisihkan rezekinya untuk masyarakat kecil.
”Kebiasaan berbagi nasi bungkus ini sebenarnya sudah saya lakukan rutin semenjak saya masih aktif menjadi wartawan dan kemudian berlanjut saat menjadi pengacara,” kenang Chairul di sela-sela pembagian.
Baginya, profesi boleh berganti, namun kepedulian tidak boleh luntur. Kini, sebagai Kader Partai Demokrat, semangat “Koalisi dengan Rakyat” ia ejawantahkan dalam bentuk nyata di trotoar jalanan Palembang.
Setiap butir nasi yang berpindah ke tangan warga seolah menjadi energi tambahan bagi jiwanya. Meski jadwal sebagai Anggota DPRD Provinsi Sumsel sangat padat, ia mengaku tidak pernah merasa lelah jika harus terjun langsung.
Seiring kumandang adzan Maghrib yang kian dekat, seribu paket itu pun ludes berpindah tangan. Meski lelah nampak di wajahnya, Chairul terus melempar senyum. Baginya, kebahagiaan sejati bukanlah saat kita menerima, melainkan saat melihat orang lain mampu tersenyum karena apa yang kita berikan.
Di sore yang jingga itu, di sudut Palembang, Chairul S Matdiah telah menanam benih kebaikan. Sebuah pengingat bagi kita semua bahwa di setiap rezeki yang kita miliki, ada hak mereka yang membutuhkan yang terselip di dalamnya. #fly










