Palembang, SumselSatu.com
Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi salah satu provinsi Surplus atau penyumbang beras terbesar di Indonesia tahun 2016 dan 2017, yakni sebanyak 2,3 juta ton surplus beras. Akan tetapi target tahun 2018 yang bisa melebihi angka tesebut sulit terealisasi.
“Sepertinya target 2,5 juta ton untuk tahun ini tidak bisa tercapai,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hultikultura Provinsi Sumsel, Erwin Noorwibowo, STP.
Hal ini dikarenakan kondisi alam di tahun ini tidak mendukung seperti curah hujan yang tinggi mengakibatkan lahan terendam di beberapa wilayah, bahkan di bulan Desember 2017 sebanyak 20 hektar lahan sawah padi terserang Hama.
“Bulan Desember 20 hektar sawah satu kecamatan di Kabupaten OKU Timur terkena Hama Werang Coklat dan itu semua Padi mati, jadi kita harus tanam ulang,” ujarnya.
Dari 700 ribu lebih hektar lahan pertanian di Sumsel, terbagi dalam dua jenis tanah. Sekitar 200 ribu hektar tanah di lahan lebak dan rawa, serta 200 ribu hektar berada pada lahan pasang surut. Kondisi tanah tersebut terkadang membawa dampak terhadap produksi.
“Adanya hama dan iklim juga sangat berpengaruh dengan hasil panen. Hal ini karena wilayah pertanian sumsel didominasi oleh rawa dan daerah pasang surut,” ujarnya.
Meskipun menghadapi iklim yang ekstrem dan serangan hama, Erwin mengatakan jika pihaknya tetap optimis dan berusaha agar surplus beras ini tidak jauh dari angka 2,3 juta ton beras.
“Kita tetap berusaha agar tidak jauh dari angka 2,3 juta ton, tapi kalau untuk melewati itu saya pesimis itu bisa terjadi,” jelas Erwin.
Sikapnya ini dikarenakan pada awal bulan di tahun 2018 ini, Sumsel sedang mengalami panen besar yang mencapai 2 hektar per-hari nya. “Ya, dari awal januari, kita sudah mulai panen besar bisa sampai 150 ton perharinya, tapi kemungkinan tidak bisa mencapai target,” ungkapnya.
Meskipun begitu panen besar di prediksi memasuki puncaknya di bulan Februari, panen ini pun terjadi di seluruh daerah di Provinsi Sumsel.
“Selama dua bulan ini kita akan panen kurang lebih 220rbu hektar sampai akhir Februari. Meskipun tidak mencapai target 2,5 Juta Ton, semoga bisa mendekati angka 2.3 juta ton atau bisa sama itu lebih bagus,” harap Erwin. #ard