Bupati Muratara Berdialog Dengan Formula

38

Muratara, SumselSatu.com

Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) M Syarif Hidayat melakukan pertemuan terbuka dengan Forum Masyarakat Rupit Lawang Agung (Formula), di Halaman Pemkab Muratara, Senin (2/10/2017).

Pada pertemuan itu juga dilakukan istiqosah bersama untuk Kabupaten Muratara. Hadir Kapolres Mura AKBP Pambudi, SIK, Dandim 0406/MLM Letkol Kav Dodi Syamsurizal, tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala organisasi perangkat daerah, camat, kades, dan aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Muratara.

“Saya akan jawab semua pertanyaan yang selama ini menjadi unek-unek masyarakat. Mudah-mudahan ke depan Muratara ini akan menjadi lebih sejuk, aman, dan sejatera,” ujar Bupati Muratara M Syarif Hidayat.

Syarif menjelaskan, dirinya memang sengaja memajukan jadwal pertemuan dengan Formula yang sebelumnya dijadwalkan baru akan dilaksanakan pada 4 Oktober mendatang.

Terkait keluhan warga soal pembangunan PDAM Rupit, Syarif mengatakan, belum melanjutkan pembangunan karena masih ada persoalan hukum.

Sedangkan untuk pembangunan Pasar Tradisional Lawang Agung, Pemkab Muratara sudah melakukan perencanaan dan pada 2018 segera dimulai. Untuk pembangunan Masjid Agung, masih terkendala belum adanya lahan yang berada pinggir jalan lintas.

Mengenai lokasi pembangunan Kantor Pemkab Muratara, pada 2017 segera dituntaskan, termasuk pembangunan Gedung DPRD Muratara.

Syarif menegaskan, Ibukota Kabupaten Muratara tetap di Kelurahan Rupit. “Itu tidak bisa di pindah-pindah. Dan seluruh PNS wajib berdomisili di wilayah Muratara.  Sejak awal terpilih saya sudah memberikan imbauan itu. Namun, ada beberapa permasalahan teknis yang sering terjadi. Seperti teror dan intimidasi. Sehingga ada beberapa PNS yang minta izin untuk di luar daerah,” katanya.

Syarif meminta kepada masyarakat agar tidak terpancing berita-berita bohong atau hoax.

Samsu, salah satu warga mengatakan, warga sudah sangat mendambakan air bersih. Sejak didirikan PDAM Muara Rupit, tidak pernah berkontribusi dengan mensuplai air yang layak pakai.

“Kalau masalah intimidasi, sebetulnya itu bukan intimidasi. Tidak pernah kami dengar, warga Rupit ini mengusir warga datangan bahkan saat ini banyak yang beranak pinak di sini, yang jelas kalau sosialisasi mereka baik masyarakat juga akan baik,” katanya.

Kapolres Mura AKBP Pambudi, SIK, didampingi Dandim 0406 MLM Letkol Kav Dodi Syamsurizal mengatakan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin meningkatkan keamanan dan ketertiban di kabupaten Muratara, sehingga mempercepat pembangunan di wilayah Muratara.

“Saya sepenuh hati untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Muratara bersama Pak Dandim. Supaya Muratara bisa cepat maju dan berkembang. Cuma itu harapan kami, saya mohon kepada masyarakat agar ikut menjaga kondusifitas dan Kamtibmas di wilayah Muratara,” kata Pambudi. #ADV

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here