
Palembang, SumselSatu.com
Kreativitas dalam melihat peluang bisnis tidak harus selalu dimulai dengan modal besar atau toko di pusat perbelanjaan. Ini dibuktikan Siti Jauharia, seorang ibu rumah tangga di Jalan Dwikora II, Palembang, yang sukses menyulap teras rumahnya menjadi pundi-pundi rupiah melalui gerai minuman King Thai Tea.
Sejak mulai beroperasi pada awal tahun 2025, King Thai Tea menarik perhatian karena konsistensinya dalam menyajikan variasi minuman segar yang ramah di kantong. Strategi sederhana namun efektif ini ternyata mampu menghasilkan omzet yang cukup menggiurkan untuk skala usaha rumahan.
“Dalam sehari bisa menghasilkan omzet sekitar Rp200.000. Kalau lagi ramai, terutama sore sampai malam, omzetnya bisa mencapai Rp300.000 sehari,” ujar Siti Jauharia, pemilik King Thai Tea.
Dari sisi profitabilitas, usaha mikro ini menunjukkan performa yang cukup stabil. Pada hari biasa, terutama saat memasuki waktu sore hingga malam hari. Jika diakumulasikan dalam sebulan, pendapatan kotor dari usaha minuman ini bisa menyentuh angka jutaan rupiah.
Namun, selayaknya bisnis pada umumnya, sektor minuman segar ini tidak lepas dari tantangan. Fluktuasi harga bahan baku, terutama buah-buahan musiman, serta faktor cuaca menjadi kendala utama.
“Tantangannya biasanya kalau harga buah naik atau saat musim hujan yang membuat kunjungan pembeli cenderung sepi,” jelasnya.

Siti mengungkapkan bahwa bisnis ini berawal dari pemanfaatan momentum tren minuman yang tengah digemari masyarakat. Dengan modal awal di kisaran Rp1.000.000 hingga Rp2.500.000, ia mampu mengalokasikan dana tersebut untuk peralatan dasar seperti blender, kemasan gelas plastik, hingga stok bahan baku.
“Awalnya saya hanya mencoba berjualan di depan rumah. Strateginya adalah menawarkan variasi menu agar pembeli punya banyak pilihan,” ujarnya saat ditemui di gerainya yang berlokasi di Jalan Dwikora II, Nomor 1190, Kelurahan Demang Lebar Daun, Jumat (17/4/2026).
Berbeda dengan gerai minuman yang biasanya hanya fokus pada satu jenis produk, King Thai Tea mengadopsi strategi menu yang sangat variatif. Keunggulan utamanya terletak pada fleksibilitas pilihan bagi konsumen.
Di sini, pelanggan tidak hanya menemukan Thai Tea atau teh manis, tetapi juga jus buah segar seperti alpukat dan mangga yang diproses langsung menggunakan blender. Selain itu, pemilik juga jeli menangkap selera pasar dengan menyediakan menu berbasis sachet populer seperti Chocolatos dan Good Day yang tetap diminati lintas usia.
“Saya jual minuman yang beragam agar pembeli memiliki banyak pilihan, harganya pun ramah di kantong,” ujar Siti berpromosi.
Pemanfaatan lahan di depan rumah menjadi keunggulan operasional bagi King Thai Tea. Dengan menekan biaya sewa tempat, King Thai Tea mampu mematok harga yang sangat kompetitif tanpa mengorbankan kualitas rasa.
Dengan menjaga kualitas rasa, pelayanan ramah, dan harga yang tetap terjangkau bagi kantong warga sekitar, bisnis ini diharapkan dapat terus berkembang.
“Kuncinya adalah menjaga kualitas minuman dan tetap ramah kepada pelanggan,” ungkap Siti.
Kehadiran King Thai Tea di Ilir Barat I ini bukan sekadar tempat berjualan jus, melainkan bukti nyata bagaimana sektor mikro mampu bergerak lincah merespons kebutuhan pasar lokal dengan modal yang terukur.
Fenomena munculnya usaha seperti King Thai Tea mempertegas bahwa kemauan keras dan manajemen modal yang tepat dapat menjadi solusi praktis dalam meningkatkan taraf ekonomi keluarga di tengah dinamika pasar saat ini.
Keberhasilan King Thai Tea menjadi inspirasi nyata bagi masyarakat sekitar bahwa dengan kemauan keras dan manajemen modal yang tepat, halaman rumah pun bisa menjadi sumber penghasilan yang mampu menopang ekonomi keluarga secara signifikan. (Penulis: Msy Murni Khairunnisyah, Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tridinanti).
Data Bisnis:
Nama Usaha: King Thai Tea
Lokasi: Jalan Dwikora II, Nomor: 1190, RT 12/RW 03, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.
Fokus Produk: Minuman Segar & Jus Buah.










