Diperlukan Integrasi Antar Instansi Untuk Amankan Asian Games

45
FOTO BERSAMA---Gubernur Sumsel Alex Noerdin berfoto bersama dengan peserta Pelatihan Mitigasi Aksi Terorisme Integratif (Kementerian/Lembaga/Dinas/ Instansi, Polri dan TNI) dan Sistem Informasi Crisis Center Dalam Rangka Pengamanan Asian Games Tahun 2018, di JSC Palembang, Rabu (1/11/2017). (FOTO: HUMAS PEMPROV SUMSEL)

Palembang, SumselSatu.com

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin mengatakan, pengamanan Asian Games 2018 di Sumsel, khususnya Kota Palembang, harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Alex mencontohkan, pengamanan di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang bukan saja soal potensi gangguan keamanan dari luar JSC, tetapi juga terkait soal jaringan infrastruktur yang ada.

“Disiapkan mulai dari pintu gerbang masuk, tak luput pula saluran tegangan tinggi yang menyalurkan listrik, pipa gas di seputaran JSC,” kata Alex saat menghadiri upacara penutupan dan simulasi Pelatihan Mitigasi Aksi Terorisme Integratif (Kementerian/Lembaga/Dinas/ Instansi, Polri dan TNI) dan Sistem Informasi Crisis Center Dalam Rangka Pengamanan Asian Games Tahun 2018, di JSC Palembang, Rabu (1/11/2017).

Alex menyatakan, pengamanan harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Jadi ini sangat komprehensif dan memerlukan integrasi diantara instansi terkait,” tandas Gubernur.

Saat simulasi, terlihat terjadi ledakan bom di depan pintu utama Stadion Gelora Sriwijaya. Kepulan asap akibat ledakan membumbung tinggi. Dalam hitungan detik, sejumlah mobil pemadam kebakaran (Damkar) berdatangan. Sejumlah ambulans juga terlihat.

Alex Noerdin mengatakan, dari hasil mitigasi pelatihan itu tentunya dapat diketahui kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki.

“Contoh saja, berapa Damkar yang diperlukan, berapa ambulans yang dibutuhkan. Ada posko di dalam,  ada posko di luar, itu harus disiapkan semua,” kata Alex.

Alex mengatakan, karena 20 venue berstandar internasional semua ada di JSC, ada wisma atlet, jadi pengamanannya akan lebih mudah.

Gubernur berterimakasih kepada Polri, TNI, dan instansi terkait lainnya yang telah mempersiapkan secara detail bagaimana penanganan terhadap potensi ancaman-ancaman yang mungkin saja terjadi.

“Dari hasil yang ini kami evaluasi, nanti kami adakan mitigasi yang kedua,” kata Alex.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Drs Suhardi Alius, MH, mengatakan, segala kemungkinan yang terjadi, termasuk pula ancaman-ancaman terorisme dari berbagai macam sumber ataupun masalah kimia lainnya telah dipersiapkan dengan matang.

“Kami latihkan bagaimana peran dari masing-masing instansi untuk bisa berkolaborasi dan ini betul kami kuasai. Nanti juga ada beberapa posko yang betul-betul mendekat sehingga yang dilatihkan itu betul-betul direalisasikan,” katanya.

Dia mengatakan, saat ini ada tiga hal yang diamankan, pertama adalah masalah orangnya, kemudian tempat, dan barang. Termasuk pula pergerakan ketiganya menjadi sasaran.

“Pergerakan terpadu dan terintegrasi ini mudah-mudahan kami bisa laksanakan, dan ini tidak akan berhenti, secara terus menerus akan dilatihkan terus. Tahun depan kami akan kemari lagi dan akan kami latih kembali dengan situasi yang sebenarnya, sehingga kami bisa mengantisipasi sebaik mungkin,” katanya. #ard

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here