Disdik Sumsel Terbitkan Aturan KBM Ramadan 2026: Jam Pelajaran Dipangkas Jadi 30 Menit

BELAJAR---Siswa SMA Negeri 17 Palembang, saat sedang belajar di smart learning class. (FOTO: SS 1/YANTI).

Palembang, SumselSatu.com

​Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Disdik Sumsel) resmi merilis aturan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama bulan suci Ramadan 1447 H. Melalui Surat Edaran Nomor 420/4212/Set.3/Disdik SS/2026, durasi jam pelajaran di tingkat SMA, SMK, dan SLB di seluruh Sumsel dipastikan mengalami pemangkasan signifikan.

​Pengawas SMA Syamsul menjelaskan bahwa edaran tersebut menjadi acuan bagi sekolah negeri maupun swasta agar kegiatan akademik tetap berjalan efektif tanpa mengabaikan kekhusyukan ibadah di bulan suci.

​”Pengaturan ini bertujuan agar pembelajaran tetap efektif, sekaligus memberi ruang bagi peserta didik untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta pembentukan karakter selama Ramadan,” ujar Syamsul, Sabtu (14/2/2026).

Jadwal Penting KBM Ramadan 2026

​Berdasarkan surat edaran tersebut, berikut adalah rincian jadwal kegiatan sekolah di Sumatra Selatan:

* ​18 – 21 Februari 2026: Libur awal Ramadan. Peserta didik melakukan pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga dan masyarakat sesuai penugasan sekolah.

* ​23 Februari – 15 Maret 2026: Kegiatan pembelajaran kembali dilaksanakan secara tatap muka di satuan pendidikan.

*​16 – 29 Maret 2026: Libur bersama Idul Fitri 1447 H.

*​30 Maret 2026: KBM normal kembali dimulai.

Penyesuaian Jam Belajar dan Kurikulum

​Selama Ramadan, waktu belajar di kelas mengalami penyesuaian sebagai berikut:

* ​Durasi Belajar: Setiap satu Jam Pelajaran (JP) dipangkas menjadi 30 menit.

*​Waktu Mulai: KBM dimulai pada pukul 07.30 WIB.

*​Mata Pelajaran Fisik: Kegiatan ekstrakurikuler dengan aktivitas fisik berat ditiadakan. Khusus mata pelajaran Olahraga, materi hanya disampaikan secara teori.

*​Penguatan Karakter dan Peran Orang Tua

*​Sekolah diinstruksikan untuk menyelenggarakan kegiatan peningkatan iman dan takwa (Imtaq).

*Bagi siswa muslim, dianjurkan mengikuti tadarus Alquran, pesantren kilat, dan kajian keislaman. Sementara itu, siswa non-muslim akan mendapatkan bimbingan rohani sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

​Di akhir edaran, Disdik menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka. Orang tua diharapkan tidak hanya mengawasi ibadah anak, tetapi juga memantau aktivitas belajar mandiri selama masa libur berlangsung. #fly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here