Palembang, SumselSatu.com
Memasuki awal tahun 2026, kondisi ekonomi Kota Palembang menunjukkan dinamika yang fluktuatif namun tetap terkendali. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), lonjakan harga emas menjadi pemicu utama inflasi, sementara harga komoditas pangan seperti cabai merah mulai mereda.
Hal ini terungkap dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang digelar di Kantor BPS Kota Palembang, Senin (2/2/2026). Hadir mewakili Pemerintah Kota Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani, untuk memantau langsung pergerakan angka inflasi daerah.
Statistisi Madya BPS Kota Palembang Eviana Admanegara memaparkan bahwa inflasi month-to-month (m-to-m) Januari 2026 tercatat sebesar 0,05%. Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year) berada di angka 3,45%.
Beberapa poin penting dalam rilis tersebut antara lain:
Penyumbang Inflasi Utama: Emas perhiasan mendominasi andil inflasi sebesar 0,425%, diikuti oleh tomat, angkutan udara, dan biaya kontrak rumah.
Peredam Inflasi (Deflasi): Cabai merah menjadi penyelamat dengan andil deflasi sebesar 0,266%, disusul oleh tarif ojek online, bensin, serta bawang merah.
Stabilitas Komoditas: Dari 393 komoditas yang dipantau, sebanyak 224 komoditas terpantau stabil, menandakan daya beli masyarakat secara umum masih terjaga.
“Meski ada gejolak pada komoditas tertentu seperti emas, mayoritas harga kebutuhan di pasar masih dalam kondisi terkendali,” ujar Eviana.
Respon Strategis Pemko Palembang
Menyikapi data tersebut, Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani menegaskan bahwa Pemko Palembang di bawah kepemimpinan Walikota Ratu Dewa tidak akan tinggal diam. Untuk menjaga stabilitas harga sepanjang tahun 2026, Pemko Palembang telah menyiapkan empat langkah strategis:
Penguatan Cadangan Pangan: Memperluas kerja sama antar daerah (KAD) untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap aman.
Operasi Pasar Murah: Menggelar pasar murah secara berkala di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk menjangkau masyarakat langsung.
Revitalisasi Pasar: Memperbaiki tata kelola pasar tradisional agar distribusi barang lebih efisien.
Perbaikan Infrastruktur: Memastikan akses jalan dan logistik tidak terhambat guna menekan biaya distribusi barang dan jasa.
“Kami mengapresiasi sinergi dengan BPS. Data ini menjadi kompas bagi kami dalam mengambil kebijakan. Fokus kita adalah membangun Palembang yang tangguh dan berbasis data,” tegas Isnaini.
Dengan langkah antisipatif ini, Pemko Palembang optimis dapat meredam potensi gejolak harga di bulan-bulan mendatang, sehingga stabilitas ekonomi tetap terjaga bagi seluruh lapisan masyarakat. #ari










