Pasuruan, SumselSatu.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) bertekad menambah keuntungan dengan harapan mengurangi beban subsidi. Salah satu caranya dengan meningkatkan return cargo (muatan balik) yang saat ini masih berkisar 10 sampai 20 persen.
“Sebenarnya ada daerah-daerah yang punya muatan (balik). Saya ambil contoh di Kupang ada muatan garam. Tapi trayek tol laut tidak ada yang ke sana. Nah kami akan coba memohon ke Kemenhub untuk istilahnya itu ada fleksibilitas trayek, kami bisa melakukan deviasi (keluar trayek untuk mengambil muatan balik),” kata VP Pemasaran Kapal Tol Laut dan Ternak PT Pelni, Didik Dwi Prasetio, saat Shipper Gathering di Taman Dayu, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (24/8/2017) dikutip dari detikcom.
Selain meningkatkan return cargo, pihaknya juga optimis bisa menambah load factor (faktor muatan) yang saat ini masih 80-90 persen. Ini karena ada perubahan aturan barang yang bisa diangkut kapal Tol Laut.
Tahun lalu berdasarkan Perpres 106/2016, kapal Tol Laut Pelni hanya boleh mengangkut kebutuhan pokok dan barang-barang penting seperti semen dan barang bangunan lainnya. Tahun ini berdasarkan Perpres 70/2017 Pelni bisa angkut barang kebutuhan daerah tujuan.
“Nantinya akan diatur dalam Permendag barang-barang apa saja yang masuk kategori ini. Yang jelas akan semakin banyak jenis barang yang bisa diangkut kapal Tol Laut. Ini akan meningkatkan load factor,” jelasnya.
Mulai Juli 2017, Pelni melaksanakan penugasan 7 trayek dari 13 trayek yang Tol Laut. Masing-masing yakni Trayek (T) 3 dari Tanjung Perak, Dompu, Maumere, Larantuka, Lewoleba, Rote, Sabu, Waingapu; T5 dari Tanjung Perak, Tahuna, Lirung, Morotai; T6 dari Tanjung Priok, Tarempa, Natuna; T9 T dari Tanjung Perak, Kisar, Namrole; T11 dari Tanjung Perak, Somlaki, Duku, Merauke; T12 dari Tanjung Perak, Manukwari, Wasior, Nabire, Sruwi, Biak; dan T13 dari Tanjung Perak, Fakfak, Kaimana, Timika.
“Dari ketujuh trayek itu, yang paling ramai ke Papua, lainnya load factor ada yang cuma 50 persen. Namun karena kami menjalankan tugas negara maka tetap harus kami layari,” terang Didik.
Pelni mengoperasikan 7 kapal Tol laut dan 1 kapal hewan. Selain itu ada 49 kapal perintis.
“Untuk Tol Laut, kapasitas kapalnya ada yang 120 kontainer, 230 hingga 350 kontainer. Cuma subsisdi yang diberikan pemerintah ke Pelni itu hanya 115 kontainer sekali pulang pergi,” pungkasnya. (min)