Giri: Pemimpin Itu Untuk Memimpin, Jangan Menjadi Pemimpin Untuk Mencari Kerja

86
WAWANCARA-----Ketua DPRD Sumsel H M Giri Ramanda N Kiemas, saat diwawancarai wartawan di sela acara diskusi publik bertajuk Mencari Pemimpin ‘Pekerja’ yang diselenggarakan PPMI Sumsel , di Hotel Horison, Palembang, Rabu (22/11/2017).

Palembang, SumselSatu.com

Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada) diharapkan akan melahirkan pemimpin yang mau bekerja untuk kepentingan masyarakat yang dipimpinnya. Ketika seseorang menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah, maka ia harus mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

Demikian benang merah diskusi publik bertajuk Mencari Pemimpin ‘Pekerja’ yang diselenggarakan Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Sumatera Selatan (Sumsel), di Hotel Horison, Palembang, Rabu (22/11/2017).

“Pemimpin itu untuk memimpin, jangan menjadi pemimpin untuk mencari kerja,” ujar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumsel H M Giri Ramanda N Kiemas, SE, MM, ketika memberikan closing statemen atau pernyataan penutup dalam acara diskusi tersebut.

Pernyataan Giri itu langsung mendapat tepukan tangan dari para peserta diskusi.

Sebelumnya, Charma selaku moderator diskusi menyampaikan, berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Palembang, setiap bulannya tercatat sedikitnya 42 ribu pencari kerja yang membuat kartu kuning atau kartu pencari kerja di Palembang. Charma pun mempertanyakan hal apa yang menjadi faktor penentu kualitas tenaga kerja kepada Giri Ramanda Kiemas yang hadir sebagai narasumber.

Menjawab pertanyaan itu, Giri Ramanda mengatakan, persoalan kualitas sumber daya manusia (SDM) seharusnya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi siapapun yang akan menjadi kepala daerah di Sumsel. Baik, bupati, walikota, ataupun gubernur.

Disampaikan Giri, berdasarkan data dari LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Sumsel, kualitas pendidikan di Sumsel masih belum mengungguli provinsi tetangga, Bangka Belitung (Babel).

“Tapi, Palembang relatif lebih tinggi (dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Sumsel-red),” tambah Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Sumsel tersebut.

Giri mengatakan, dengan semakin berkembangnya pembangunan di Kota Palembang, maka urbanisasi akan semakin tinggi pula. Orang-orang di kabupaten/kota akan berdatangan ke Kota Palembang untuk mencari kerja. Jika mereka yang datang tidak memiliki kualitas yang baik, maka tidak akan dapat bersaing di dunia kerja. Dengan semakin bertambahnya investasi di Palembang, tenaga kerja dari luar Sumsel pun akan datang ke Sumsel.

Jika SDM Sumsel kualitasnya kalah dengan SDM dari luar Sumsel, maka mereka tidak dapat bersaing di provinsinya sendiri. Karena itu, kata Giri, peningkatkan kualitas pendidikan adalah sesuatu yang harus dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM.

Narasumber lainnya, Firdaus Hasbullah mengatakan, pemimpin itu mendapatkan mandat dari rakyat. Karena itu, pemimpin haruslah bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat tersebut. Aktifis itu mengatakan, pemimpin adalah pekerja, pelayan masyarakat, pendengar yang baik, responsif, mudah ditemui rakyat, tidak protokoler.

“Pemimpin seperti itu akan dicintai rakyat,” kata Firdaus.

Dia juga mengatakan, pemimpin yang baik adalah yang memiliki  empat sifat rasul dalam ajaran Agama Islam. Yakni, shiddiq (jujur), fathanah (cerdas), tabligh (menyampaikan), dan amanah (dapat dipercaya).

“Pemimpin harus fathanah, cerdas. Tabligh, transparan, dan amanah,” katanya. #ard/arf

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here