Palembang, SumselSatu.com
Menjadi seorang pemimpin harus memiliki dua definisi, yang pertama yakni bekerja dengan baik dan yang kedua bisa mengayomi.
Hal ini dikatakan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumdel) Giri Ramanda N Kiemas, ketika menjadi pembicara dalam Diskusi Publik “Mencari Pemimpin Pekerja” yang diselenggarakan Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) di Ballroom Hotel Horison Palembang, Rabu (22/11/2017).
Pandangan Giri itu, menurutnya tentu yang dicari dari diskusi yang dilakukan. Karena dalam diskusi tersebut banyak pandangan dari para ahli yang datang seperti ahli politisi, dari akademisi, pelaku usaha, serta dari pandangan bakal calon pemimpin yang akan mengikuti Pilkada Kota Palembang 2018.
“Itu menurut saya yang akan dicari dalam diskusi ini. Mudah-mudahan dari diskusi ini, kita memiliki masukan-masukan baru, bagaimana seorang pemimpin pekerja tersebut. Jadi konsepnya pemimpin yang pekerja dan pemimpin yang mengayomi pekerja”, ungkapnya.
Selain itu, menurut dia, seorang pemimpin harusnya bisa mengimplementasikan visi misinya, serta bisa mereview kembali terhadap apa yang di jalankanya serta harus bisa memperbaiki visi misi mereka dan bisa mengakui segala bentuk kekurangan dari visi misi tersebut.
“Mereka juga harus bisa mendengarkan aspirasi dan pendapat masyarakat, itu salah satu tugas dari seorang pemimpin bagi saya”, tegasnya.
Selain itu, ketika ditanyakan mengenai kualitas para pekerja yang ada di Provinsi Sumsel, Giri menjawab kualitas tenaga kerja di Sumsel masih kalah dari Pulau Jawa. Karena, menurut data yang dia dapat dari Lembaga Pengembangan Mutu Pendidikan (LPMP) bahwa kualitas pendidikan di Provinsi Sumsel kalah dari kualitas pendidikan di pulau Jawa.
“Dari kualitas pendidikan inilah dapat menghasilkan kualitas para pekerja nantinya. Jika pendidikan kualitasnya kalah dengan Pulau Jawa, tentu SDM yang dihasilkan kalah juga kualitasnya dengan di pulau Jawa”, ujar dia.
Apalagi, lanjutnya, di kota Palembang perekonomian semakin bagus. Dan itu harus membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas agar nantinya para pengusaha tidak memilih mendatangkan tenaga kerja dari daerah lain.
“Tantangan ke depan bagaimana kita meningkatkan kualitas pendidikan kita, agar kita memperoleh pekerja yang berkualitas yang berkerja untuk daerah kita,” tukasnya. #ard