Hadapi Perkembangan TI, Industri Hulu Migas Dituntut Berinovasi

27
(FOTO : SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Industri hulu minyak dan gas (Migas) dituntut melakukan inovasi di tengah semakin berkembangnya teknologi informasi (TI).

“Industri hulu migas perlu inovasi. Penggunaan teknologi menjadi keharusan di jalan kerumitan area operasi dan eksplorasi juga semakin menantang,” ujar Dwi Soetjipto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), di Palembang, Rabu (13/11/2019).

Dwi mengatakan hal itu pada Facility Management (FM) Forum 2019 yang diselenggarakan SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Dwi mengatakan, industri hulu migas membutuhkan suatu transformasi, tidak hanya kegiatan inti hulu migas, tetapi juga kegiatan penunjang.

“Tidak terkecuali facility management,” kata Dwi.

Dia mengatakan, FM Forum 2019, selain ajang berkumpulnya para manager dan eksekutif dari berbagai perusahaan, juga sebagai wadah bertukar ide dan pikiran bagi para praktisi FM.

“Semoga dapat memberikan solusi dan turut mendorong pertumbuhan industri hulu migas maupun industri lainnya serta dapat meningkatkan ekonomi nasional ke arah lebih baik,” kata Dwi.

Di awal Dwi menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari itu salah satu kontribusi industri hulu migas dalam mengembangkan kompetensi para profesional di bidang facility management menghadapi tantangan bisnis terkini.

Sebanyak 30 pembicara hadir dengan topik-topik terkini yang bermuara pada tranformasi ke arah digital pengelolaan fasilitas pendukung kegiatan operasi. Baik itu pengelolaan kantor, tranportasi, perjalanan bisnis, manajemen proyek sampai dengan pengelolaan sumber daya manusia (SDM). #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here