Palembang, SumselSatu.com
Pasangan Cagub-Wagub Sumsel Nomor Urut 1 Herman Deru-Mawardi Yahya, tidak sempat menyampaikan visi-misi dan program unggulan yang mereka tawarkan pada segmen awal Debat Publik Pilgub Sumsel 2018, Kamis (21/6/2018) malam.
Padahal, debat publik yang diselenggarakan KPU Sumsel dan disiarkan langsung TVOne itu adalah debat pemungkas yang diselenggarakan KPU untuk menyakinkan calon pemilih Sumsel. Debat dilaksanakan di Hotel Ryndham, Jakabaring, Palembang.
Pada segmen awal debat yang dipandu Tysa Novenny itu, masing-masing pasangan kandidat hanya diberi waktu satu menit 30 detik untuk menyampaikan visi dan misi serta program unggulan mereka. Waktu itu terhitung sejak kandidat mulai berbicara.
Herman Deru yang pertama kali mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan visi-misi serta program unggulan mensia-siakan waktu karena terlalu lama mengucapkan salam, menyapa para kandidat, penyelenggara pemilu, serta pendukungnya.
“Gunakan waktu secara efektif Bapak, waktu terus berjalan,” ujar pemandu acara mengingatkan Herman Deru.
“Hadirin yang berbahagia, malam hari ini kita berdebat pada tema yang lebih luas, yakni daya saing daerah yang maju terdepan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Sumatera Selatan. Terima kasih kepada pembuat tema yang mana tagline kami sudah dipakai di sini, yakni Sumsel Maju,” kata Herman Deru pada debat publik bertema ’Meningkatkan Daya Saing Untuk Kesejahteraan’ tersebut.
“Dan juga terima kasih pada malam ini televisi yang menayangkan kita adalah tv yang nomor satu, yakni TVOne,” tambah Herman Deru lagi.
Pada saat sembilan detik terakhir dan tanda waktu akan segera habis telah berbunyi, Herman Deru baru akan menyampaikan program.
“Bapak-ibu yang berbahagia, masyarakat Sumatera Selatan. Herman Deru Mawardi menawarkan banyak program yakni program pembenahan Sumatera Selatan…,” kata Herman Deru.
Sayangnya, perkataan Herman Deru itu dihentikan pembawa acara. “Mohon maaf waktu anda sudah habis, silahkan kembali ke tempat,” pinta Tyas.
Selanjutnya, pada kesempatan pasangan Cagub-Wagub Sumsel Nomor Urut 2 Syaifuddin Aswari Rivai-Irwansyah, setelah mengucapkan salam, Aswari menyampaikan, visi dan misi mereka adalah ‘Terciptanya Sumatera Selatan Baru yang Bersatu, Berprestasi, dan Maju’. Aswari-Irwansyah menawarkan pembangunan Sumsel ke depan harus mengakomodir semua keinginan masyarakat Sumsel. Lalu, pemimpin harus memberi kesejukan kepada seluruh masyarakat Sumsel.
Dia mengatakan, calon pemimpin harus berprestasi dulu agar menjadi pemimpin yang baik. “Insya Allah Sumsel akan lebih maju,” katanya.
Kata Aswari, isu utama mereka adalah membangun kesejahteraan warga Sumsel secara merata, membangun infrastrukrur berkesinambungan dan merata. Mereka juga akan melakukan efesiensi waktu dalam pelaksanaan pelayanan. Karena, pelayanan terbaik kepada masyarakat merupakan bagian kepemiminan yang baik.
Selanjutnya, kesempatan diberikan kepada pasangan Cagub-Wagub Sumsel Nomor Urut 3 Ishak Mekki-Yudha Pratomo. Sambil membaca Ishak menyampaikan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, capaian kemajuan keberhasilan dan prestasi Sumsel membuatnya bangga. Namun, kepemimpinan gubernur saat ini masih menyisakan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Yakni, pemerataan pembangunan yang berkeadilan.
Ishak berjanji, akan melakukan perbaikan infrastuktur dan memuluskan semua jalan provinsi dalam kurun waktu satu tahun. Mereka akan memberikan kartu bantuan langsung tunai dan kartu UMKM untuk membantu rakyat. Dia menambahkan, akan memperbaiki harga karet di tingkat petani. Lalu, meningkatkan TPP ASN Eselon II minimum Rp25 juta. “Tingkat di bawahnya menyesuaikan,” tambahnya.
Yudha Pratomo menambahkan, mereka akan mengoptimalkan teknologi informasi untuk tata kelolah pemerintahan yang akuntabel. Ishak-Yudha akan melanjutkan pendidikan dan kesehatan gratis yang berkualitas, memberikan internet gratis kepada seluruh masyarakat Sumsel, dan membangun kreatif HAM untuk anak-anak muda di Sumsel.
Dalam kesempatan akhir di segmen awal, pasangan Cagub-Wagub Sumsel Nomor Urut 4 H Dodi Reza Alex Noerdin-H M Giri Ramanda N Kiemas menyampaikan lima program unggulan mereka. Kelima program itu dibalut dalam ‘Sumsel 2 Tahun Bisa’.
“Melanjutkan dan meningkatkan Program Sekolah Gratis dan Berobat Gratis,” ujar Dodi Reza Alex Noerdin.
Bahkan, Dodi-Giri juga memprogramkan kuliah gratis. Mereka akan memberikan subsidi untuk alat-alat pendidikan kepada siswa. Mereka akan membangun sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan, memberikan tunjangan daerah kepada tenaga pendidikan dan kesehatan, guru, honorer mauapun ASN.
Dodi-Giri juga menargetkan dalam dua tahun kepemimpinan mereka akan membangun serta memperbaiki semua jalan provinsi. “Dua tahun semua jalan provinsi 100 persen mulus,” kata Dodi.
Dodi menambahkan, mereka akan melakukan pemerataan pembangunan. Lalu, meningkatkan pendapatan petani melalui peremajaan, merivitalisi kebun karet dan sawit secara gratis, serta menggunakan aspal bercampur karet dalam pembangunan maupun perbaikan jalan di Sumsel untuk meningkatkan harga karet. Mereka juga akan melakukan hilirisasi industri.
Dodi-Giri juga akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dengan menuntaskan pembangunan Pelabuhan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api.
“Memberikan bantuan untuk UMKM dan mendorong kewirausahaan,” ujar Dodi mengakhiri penyampaian program unggulan mereka.
Waktu satu menit 30 detik yang diberikan untuk menyampaikan visi-misi serta program unggulan mereka, membuat para kandidat terlihat tergesah-gesah saat berbicara. #arf