DPRD Sumsel Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi

79
INDONESIA RAYA – Hadirin rapat paripurna istimewa DPRD Sumsel berdiri khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya. (FOTO: SS1/IST)

Palembang, SumselSatu.com

Masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) patut berbangga karena pertumbuhan ekonomi mencapai enam persen. Angka itu di atas pertumbuhan rata-rata nasional yang lima persen.

Hal ini terungkap pada momen peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia (RI) lewat Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel, Kamis (16/8/2018), di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel, dengan kegiatan mendengar pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Acara dihadiri Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Plt Ketua DPRD Sumsel, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Sumsel.

HADIR – Anggota Legiun Veteran dengan penuh semangat hadir pada rapat paripurna DPRD Sumsel dengan agenda mendengar pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka memperingati HUT ke-73 RI, Kamis (16/8/2018). (FOTO: SS1/IST)

Dalam  pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan, peringatan HUT RI ke-73 momentum mengingat pejuang dalam merebut kemerdekaan. Saat itu, semua anak bangsa menyingkirkan perbedaan politik, suku, agama, dan golongan hanya untuk Indonesia merdeka. Perbedaan tidak menyurutkan Indonesia bersatu.

“Mereka mewujudkan solidaritas, kepedulian, dan semangat. Satu bangsa, satu bahasa, dan satu Tanah Air,” ujar Jokowi.

Jokowi menambahkan, kini RI sudah 73 tahun merdeka.

“Kita harus melanjutkan perjuangan,  bekerja nyata untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Dalam meraih kemerdekaan kita diingatkan pendiri bangsa. Jatuhnya bangsa tergantung bangsa itu sendiri.  Apakah mau bersatu atau terpecah belah. Saya mengajak seluruh anak bangsa untuk kembali pada persatuan, tanpa membedakan suku, agama, dan golongan. Marilah kita saling peduli dan bekerjasama mewujudkan Indonesia maju agar disegani bangsa lain,” kata Presiden.

Melalui sidang ini, lanjut Jokowi, dirinya melaporkan secara singkat kinerja laporan kerja lembaga negara, agar rakyat mengetahui apa saja yang dikerjakan lembaga negara untuk meningkatkan kepercayaan rakyat.

“Melalui forum ini menghadirkan semangat lembaga negara seperti tercantum dalam UU 1945. Lembaga negara yang kuat dan berwibawa. Kita memang harus kritik, sebagai wujud kepedulian rakyat agar kami bekerja lebih keras lagi untuk membangun kepercayaan rakyat,” ujar Jokowi.

FKPD – Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumsel yang hadir pada rapat paripurna istimewa DPRD Sumsel memperingati HUT ke-73 RI, Kamis (16/8/2018). (FOTO: SS1/IST)

Jokowi juga menyatakan, sudah hampir empat tahun dirinya bekerja membangun negeri,  membangun secara berkeadilan.

“Kita ingin semua rakyat, termasuk di perbatasan negara, mengetahui kerja kami mengurus segenap bangsa. Mulai dari tahun awal pemerintahan mulai  menuju pembangunan infrastruktur. Percepatan pembangunan infrastuktur untuk menumbuhkan sentra ekonomi baru. Jadi infrastruktur tidak hanya dibangun di Jawa, tapi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua,” ucapnya.

Menurut Joko Widodo, ketika membangun infrastruktur  tol,  bandara,  pelabuhan, LRT, dan lainnya, itu berarti membangun budaya baru.

“Orang Aceh bisa terhubung ke orang Papua. Kita satu bangsa, satu Tanah Air. Fokus perhatian pemerintah bukan hanya infrastruktur tapi juga menyiapkan manusia yang unggul. Kita tidak hanya bicara SDA, tapi SDM modal terbesar dan terkuat yang kita miliki. Membangun Indonesia menjadi manusia yang unggul untuk mencapai Indonesia maju,” kata Jokowi.

Pemerintah juga memastikan anak Indonesia tumbuh sehat. Jokowi menegaskan, anak-anak tidak boleh putus sekolah karena sekarang ada KIP lebih dari 20 juta peserta didik serta Bidik Misi untuk mahasiswa. Untuk  JKN, tahun lalu mampu mencapai 86 juta jiwa, tahun ini  menjadi 92 juta jiwa.

“Kita tidak berhenti bekerja,  rakyat Indonesia mesti sejahtera. Selama empat tahun bekerja, tahun ini kami fokus menyiapkan SDM yang terampil. Perguruan tinggi diharapkan memiliki inovasi. Tumbuh cepatnya industri, membuat perekonomian kompetitif.  Pembukaan lapangan kerja baru dan menyerap pengangguran. Untuk mencapai kesejahteraan kita harus bekerja bersama. Sistem ketatanegaraan Indonesia harus mencerminkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,” katanya.

HUT KE-73 RI – Suasana rapat paripurna istimewa DPRD Sumsel, Kamis (16/8/2018), memperingati HUT ke-73 RI. (FOTO: SS1/IST)

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, dalam pidato pada HUT Kemerdekaan RI ke-73 ini, Presiden menyampaikan apa yang dicapai RI selama 73 tahun.  Diantaranya pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi lima persen.

“Khusus Sumsel pertumbuhan ekonomi sudah hampir emam persen, di atas rata-rata nasional,” kata Alex.

Alex menuturkan, Sumsel mesti bangga karena nama Provinsi Sumsel disebut dalam Asian Games dan pembangunan LRT. Secara keseluruhan Sumsel sudah memberikan kontribusi yang besar untuk negara ini.  “Kita spesial, karena beberapa kali kita disebut,” katanya.

Plt Ketua DPRD Sumsel H Yansuri menambahkan, secara umum pidato kenegaraan Presiden Jokowi bagus.

“Kita harus bangga dengan apa yang telah dicapai Presiden,” katanya. #adv/nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here