
 Palembang, SumselSatu.com
Generasi muda masa kini jangan lagi terlalu berorientasi menjadi pegawai, baik pegawai negeri maupun karyawan swasta. Saat ini Indonesia membutuhkan anak-anak muda, khususnya para sarjana, yang memiliki jiwa entrepreneur untuk menggali potensi bisnis di negeri tercinta.
Rektor Universitas Indo Global Mandiri (IGM), Marzuki Alie, SE, MM bahkan mengatakan, tidak ada alasan lagi para sarjana tidak bekerja.
“Harapan saya memanfatkan ilmu yang diperoleh untuk masa depan lebih baik, sehingga alumni bisa melihat dan memanfaatkan peluang kerja, mereka nantinya buka peluang usaha. Indonesia butuh entrepreneur. Umumnya mereka sudah punya modal untuk kerja. Ada beberapa yang bisa diperoleh dan diproses. Jangan sampai lulusan tidak kerja,” ujar Marzuki pada acara wisuda ke-11 Universitas IGM, Sabtu (8/12/2018), di Graha IGM, KM9, Palembang.
Pada wisuda kali ini, ada 335 sarjana baru yang dilepas, terdiri dari sarjana jenjang diploma 3, strata 1, dan strata 2.
Marzuki Alie mengungkapkan, dari waktu ke waktu tantangan ke depan semakin keras. Begitu juga di bidang pendidikan. Universitas IGM sendiri memasang target untuk selalu menjadi semakin baik.
“Tantangan ke depan semakin keras. Pola pembelajaran diubah yakni dengan memanfaatkan media digital,” ucap dia.
Mengacu pada konsep pendidikan 4.0 dalam rangka mengantisipasi terjadinya disrupsi teknologi yang dikenal sebagai revolusi industri 4.0, UIGM telah melakukan langkah dan akan terus melakukan perubahan mengikuti kemajuan teknologi digital.
Marzuki menjelaskan, langkah antisipasi yang telah dilakukan yakni pertama, membekali multi kompetensi kepada lulusannya di mana mahasiswa tidak hanya dibekali dengan mata kuliah sesuai kompetensi prodi tetapi juga diberikan beragam kompetensi lain yang sudah menjadi common skill antara lain kemampuan codding dalam bidang teknologi informasi.
“Mahasiswa harus aktif mengeksplorasi sumber belajar yang sangat melimpah di dunia maya,” kata Marzuki.
Universitas IGM juga memberikan ruang dan waktu yang lebih luas kepada peserta didik untuk membangun kemampuan soffskill seperti speaking and communication, colaboration, creative thinking, analytical thinking, teamwork, bekerjasama dengan institut di luar kampus melalui beragam bekerjasama dengan beragam institusi untuk menambah kemampuan mahasiswa IGM.
Demikian juga dengan tenaga pendidik, dengan melimpahnya sumber belajar di dunia maya, Marzuki berharap para pendidik dapat memanfaatkan sumber-sumber belajar ini secara optimal, dan menghadirkan atau mengenalkan kepada peserta didik, baik dalam kelas konvensional maupun kelas maya.
“Dalam hal ini pemanfaatan e-learning merupakan keharusan dalam menjawab revolusi industri. Penerapan blended learning, flip classroom, juga merupakan metode pembelajaran yang dapat kita terapkan. Dengan pemanfaatan e-learning ini, saya berharap peserta didik dapat belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu,” bebernya.
Selain itu, melalui pemanfaatan e-learning bisa diharapkan bahwa pertemuan tatap muka antara dosen dan mahasiswa dapat dikurangi, sehingga memberikan waktu yang lebih banyak kepada peserta didik untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat membangun kemampuan softskill peserta didik. #nti