Lima Paslon Bupati-Wabup Banyuasin ‘Saling Serang’ Program

70
Lima paslon Bupati-Wabup Banyuasin berfoto bersama pada acara debat publik, Senin (14/5) malam. (FOTO: SS1/Afrianto)

Pangkalanbalai, SumselSatu.com

Lima pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin ‘saling serang’ program yang diusung untuk merebut pucuk pimpinan pemerintah di Banyuasin. Paslon yang diserang pun berusaha menjelaskan program andalannya.

Kemahiran paslon dalam mempertahankan program tersebut terlihat pada debat publik sesi kedua yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banyuasin, Senin (14/5) malam, di Graha Sedulang Setudung (GSS), Komplek Perkantoran Pangkalanbalai. Debat dipandu pembawa acara TVRI Sumsel, Ita Husni.

Adapun paslon yang ikut debat publik yakni paslon nomor urut 1 pasangan Drs Agus Yudiantoro dan H Hazuar Bidui AZ, S.Sos, MM, paslon nomor urut 2 pasangan H Arkoni MD, SIP dan  H Hazwar Hamid, paslon nomor urut 3 pasangan HM Husni Thamrin Madani dan Ir H Supartijo, paslon nomor urut 4 pasangan Ir H Syaiful Bakhri AR, MSi dan H Agus Salam, SH, serta paslon nomor urut 5 pasangan H Askolani, SH, MH dan H Slamet.

Sementara massa pendukung masing–masing paslon memadati ruangan, namun tidak terjadi keributan atau saling hujat antara massa pendukung. Debat pun berjalan aman dan kondusif.

Dalam debat, setiap paslon diberi kesempatan menyampaikan rancangan program kepemimpinnya. Setelah itu, tiga penguji yakni dari Unsri Prof Dr Didik Susetyo dan Dr Ridwan, SH, MHum, serta Rektor IAIN Raden Fatah Palembang Prof Dr M Sirozi, PhD.

Menanggapi pertanyaan penguji tentang skala prioritas Program Banyuasin Bangkit, Askolani menjelaskan, dirinya dan calon wakil bupati pasangannya, telah berkunjung ke 300 desa di Banyuasin. Hasilnya ditemukan bahwa seluruh jalan poros jalan rusak parah. “Oleh sebab itu, untuk menunjang ekonomi, seluruh jalan poros harus kita selesaikan,” ujar Askolani.

Saat memberi tanggapan terhadap program paslon lain, Askolani menanggapi program paslon nomor urut 1 yakni Program Rp1 Miliar 1 Desa. Dalam perhitungannya, Askolani pesimis program ini bisa direalisasikan.

“Kami sudah coba Rp500 juta, itupun hanya berjalan dua tahun. APBD Rp1,8 triliun, saya khawatir banyak program-program yang tidak jalan,” cetus Askolani.

Mendapat ‘serangan’ ini, Hazuar Bidui berusaha bertahan dengan memberi jawaban yang meyakinkan. Dia mengatakan, bila dipercaya memimpin Banyuasin, APBD Banyuasin akan langsung meningkat. “APBD 2018-2019 insya Allah Rp2,5 triliun, dana tak langsung Rp1 triliun, dana langsung Rp1,5 triliun,” ujarnya.

Jawaban ini tak memuaskan Askolani. Dia tetap tak yakin anggaran bisa mencukupi. “Saya tidak yakin dan tidak percaya program ini akan jalan. Misalkan Rp700 miliar untuk pegawai dan selanjutnya ada pembagian di 32 SKPD, setelah dibagi Rp1 triliun, sisa dana Rp300 miliar, artinya banyak jalan yang tidak dibangun, artinya ini program yang dipaksakan saja,” kejar Askolani.

Serangan ini disambut Hazuar dengan tantangan. Dia menyatakan siap mundur apabila dalam setahun Program 1 Desa Rp1 Miliar tidak jalan. “Uang rakyat kembalikan ke rakyat. Kami tidak berubah, apapun terjadi akan kami lakukan,” tegas Hazuar.

Perdebatan cukup seru juga melibatkan paslon nomor urut 2 yang melancarkan pertanyaan ke paslon nomor urut 3 mengenai bagaimana caranya membuat pertumbuhan ekonomi dari 4,5 persen dapat  meningkat jadi 6 persen lebih.

Mendapat pertanyaan ini, Husni Thamrin yang akrab disapa Buya Husni mengatakan, Banyuasin kondisinya memprihatinkan. Kalau dipercaya menjadi bupati,  dia dan wakilnya akan mengkaji dan menggali situasi masyarakat Banyuasin.

“Misalnya petani padi dari sekali setahun bisa dua kali panen dalam setahun dan seterusnya. Petani karet, ini sebenarnya produksi cukup banyak hanya tinggal mutunya. Hal tersebut kurangnya penyuluhan dan bimbingan,” ujar Buya.

Debat publik ini disaksikan Ketua KPUD Banyuasin Dahri, S.Ag dan komisioner, Ketua Panwaslu Banyuasin Iswadi, S.Pd dan anggota, Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, S.IK, dan Kajari Banyuasin LA Kamis.

Dari pantauan, di luar gedung tampak penjagaan sangat ketat disertai tindakan cek detektor oleh personel Polres Banyuasin bagi pengunjung. Ini untuk mengantisipasi terjadinya teror atau aksi sabotase dari massa pendukung paslon. Pengamanan juga dilakukan secara tertutup dan terbuka. #fri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here