Mahasiswa OKU Kritisi Dugaan Indikasi Lobi di Rekrutmen Calon Anggota Bawaslu

61
Para cmahasiswa yang tergabung dalam BEM OKU Raya saat menggelar demo mengkritisi rekrutmen calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota, Senin (25/6). (FOTO: SS1/Widori)

Baturaja, SumselSatu.com

Kalangan mahasiswa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menyatakan ada indikasi lobi tingkat tinggi pada rekrutmen anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) OKU.

Indikasi itu mendorong ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) OKU Raya menggelar demo di acara sosialisasi rekrutmen calon anggota Bawaslu OKU di kampus Universitas Baturaja, Senin (25/6).

Bally Nurohman selaku Koordinator Aksi mengatakan, mereka melakukan aksi tersebut karena ada indikasi intervensi oleh partai politik dan penguasa, bahkan sebelum dibukanya pendaftaran calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota diduga sudah ada lobi-lobi peserta untuk memuluskan langkah menjadi anggota Bawaslu.

“Ini sudah ada indikasi intervensi dan lobi-lobi tingkat tinggi para calon kepada tim seleksi. Di sini yang kami khawatirkan jika ada proses tersebut, makanya kami lakukan aksi damai agar nurani tim seleksi jangan tergadai serta jangan kotor akademisi dengan cara-cara licik tersebut,” kata Belly.

Belly juga mengancam akan membawa massa yang lebih besar jika apa yang sudah disepakati dan menjadi tuntutannya tidak dijalankan oleh tim seleksi (timsel). “Kita akan bawa massa yang lebih banyak jika aksi kami hanya dianggap angin lalu,” tegas Belly.

Ada lima tuntutan yang dilayangkan massa kepada timsel calon anggota Bawaslu OKU, yakni mendukung Timsel Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan untuk menjaga integritas, mengecam keras adanya intervensi partai politik, kemudian Timsel Bawaslu harus mengumumkan nilai setiap tahapan seleksi, mengecam keras timsel yang terindikasi menerima suap dan terlibat korupsi, terakhir siap berkoordinasi dan aksi bersama jika terjadi indikasi adanya kecurangan saat proses seleksi.

Anggota timsel rekrutmen calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sumsel, Dr Bambang, saat menerima massa aksi, mengatakan, ada dua timsel yang dibentuk yakni Timsel Sumsel 1 dan Timsel Sumsel 2 yang terdiri dari 10 orang. Sekitar 80 persen anggota timsel diambil dari unsur akademisi.

“Percayalah apa yang diinginkan para pendemo akan dilakukan sebagaimana mestinya, kami akan menjaga moralitas kami sebagai timsel dari intervensi dari pihak manapun, serta akan menjaga  idealisme kami sebagai akademisi,” janji Bambang. #ori

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here