Market Day SD Negeri 243 Palembang Tawarkan Kuliner Sehat

181
RAMAI --- Kegiatan market day SD Negeri 243 Palembang yang digelar di halaman sekolah, Jumat (25/10/2019), tampak ramai dikunjungi anak-anak dan wali murid. (FOTO: SS1/IST)

Palembang, SumselSatu.com

Berbagai aneka kuliner sehat dijajakan murid-murid kelas VI Sekolah Dasar Negeri 243 Palembang pada acara market day yang digelar, Jumat (25/10/2019). Kegiatan berlangsung meriah dihadiri para wali murid.

Kuliner yang ditawarkan berupa aneka penganan seperti brownis, pempek, cilok, pisang molen (pismol), juice buah, puding, jasuke, nasi goreng, martabak mie, es lilin buah mangga, dan lain-lain. Semua makanan itu dikemas per porsi atau per satuan, sehingga terhindar dari debu dan kotoran.

Selain membuka lapak di meja-meja yang disusun berjajar, para pedagang cilik ini juga berkeliling menjajakan dagangan mereka kepada anak-anak kelas lain yang sedang istirahat, serta kepada wali murid yang akhirnya ikut berbelanja.

“Dibeli.., dibeli.., dibeli Tante..,” kata seorang murid menawarkan dagangannya kepada ibu-ibu wali murid yang sedang memperhatikan aktivitas market day. Tangannya memegang sebuah wadah kecil berisi aneka jajanan.”Belilah Tante, enak ini,” rayu pedagang cilik yang mengenakan topi ala chef itu.

Wali Kelas VI C SD Negeri 243 Palembang, Asri Agustini yang dijumpai saat tengah mengawasi kegiatan anak didiknya, menjelaskan, market day memang baru kali pertama digelar di SD Negeri 243 Palembang. Tujuannya untuk membangun jiwa entrepreneur pada anak-anak.

“Ini sebagai inovasi, jadi kegiatan tidak hanya di kelas, tetapi dengan ini bisa praktik langsung untuk melatih mental anak-anak dalam berwirausaha, mereka jadi berani menawarkan dagangan sambil berkeliling,” kata Asri.

Mendidik anak-anak sekolah dasar memang butuh kesabaran. Untuk merealisasikan kegiatan market day ini, Asri mengaku butuh waktu satu minggu untuk persiapan, terutama mengenai menu dagangan yang ditawarkan.

“Awalnya memang kelas VI C yang akan mengadakan market day ini, tapi ternyata kelas VI B dan VI E berminat juga, satu minggu persiapan, dibahas terus di kelas hingga hari pelaksanaan,” tutur Asri.

Meski waktu berjualan begitu singkat karena hanya memanfaatkan waktu selama istirahat, namun dagangan para pedagang cilik ini cukup laris manis. Bahkan para guru pun berkenan memborong jajanan yang diedarkan murid-murid.

Inovasi untuk membangun jiwa wirausaha ini mendapat sambutan positif dan dukungan dari para wali murid. Mereka berharap kegiatan serupa bisa dilanjutkan.

“Baguslah ada kegiatan seperti ini, untuk melatih anak-anak jualan, siapa tau besar nanti mereka bisa jadi pedagang besar,” ujar salah satu wali murid. #arm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here