November 2017, Proyek PLTS Jakabaring Harus Selesai

37
RAPAT-Gubernur Sumsel Alex Noerdin melakukan rapat dengan PT. Sharp Corporation asal Jepang di Griya Agung, Kamis (2/11/2017).

Palembang, SumselSatu.com

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2 MW yang merupakan kerja sama PDPDE dengan PT Sharp Corporation Jepang di Jakabaring Palembang dikebut pengerjaannya dengan target penyelesaian konstruksi paling lambat awal Desember 2017 mendatang.

Bahkan, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin mengharapkan target tersebut bisa dipercepat lagi hingga akhir November 2017. Hal itu dikarenakan pada 21 November mendatang akan dilaksanakan rapat bersama seluruh instansi terkait, baik dari PT. Sharp Corporation, perwakilan pemerintah Jepang, instansi terkait Pemerintah Provinsi Sumsel, PT PLN, PDPDE dan lainnya.

“Tanggal 21 November akan melaksanakan rapat bersama seluruh instansi. Kalu bisa sebelum rapat pengerjaan konstruksi sudah selesai dan bisa dipaparkan dalam rapat. Selain itu, untuk mengejar deadline subsidi dari pemerintah Jepang Desember nanti,” ungkap Alex Noerdin saat menerima audiensi pimpinan PT. Sharp Corporation Japan Mr Sato beserta jajarannya di Griya Agung Palembang, Kamis (2/11/2017).

Alex menambahkan, PDPDE sebagai penanggungjawab proyek yang menggunakan sistem Joint Crediting Menchanism (JCM) tersebut dapat bekerja dengan aktif dan berkonsultasi terus menerus dengan PT Sharp Corporation, sehingga kendala-kendala yang dihadapi dapat lebih cepat diselesaikan seperti proses pengiriman barang baik dari Jepang, China dan negara lainnya.

“Kalau ada masalah yang bisa menghambat segera laporkan ke saya, jadi kita bisa bantu supaya bisa cepat selesai,” tegas Alex kepada Direksi PDPDE.

Pimpinan PT Sharp Corporation Japan, Mr Sato dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak terkait khususnya pemerintah Provinsi Sumsel sehingga proyek PLTS tersebut dapat berjalan lancar. Dia mengharapkan pengerjaan proyek dengan nilai investasi 3 juta dolar AS tersebut bisa dipercepat untuk mengejar batas waktu yang diberikan pemerintah Jepang yakni untuk subsidi dana harus bisa diterima pada Desember 2017.

“Pengerjaan di lokasi kita harapkan bisa di percepat agar subsidi bisa didapatkan pada bulan Desember. Ada beberapa agenda yang akan dibahas pada rapat tanggal 21 November mulai dari kondisi terkini dari proyek, permasalahan dan kendala yang dihadapi dan sebagainya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PDPDE, Sjamsul Rizal Usman mengatakan, kondisi pengerjaan saat ini sudah dalam pengecoran balok pondasi, sampai hari ini progresnya mencapai 40%. Menurutnya, kendala pokok yang dihadapi saat hujan mengakibatkan lokasi pengerjaan becek sehingga sedikit menghambat. Namun, pihaknya memastikan konstruksi akan terus dipercepat.

“Secara keseluruhan tidak ada masalah seperti ketersediaan material semua sudah ada di gudang. Untuk pengerjaan di bagian kelistrikan akan berjalan paralel baik penanaman kabel, penyambungan dan lainnya,” pungkasnya. #ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here