Pembebasan Lahan Musi IV, 22 Persil Segera Dibayar

KETERANGAN---Kasi Legar PU Bina Marga Sumsel M Hilmansyah saat diwawancarai diruang kerjanya, Kamis (19/4/2018). (FOTO : SS1/Yanti)

Palembang, SumselSatu.com 

Pembebasan Lahan di akses jalan Musi IV sebanyak 22 persil akan segera dibayarkan dengan total anggaran Rp 9,7 miliar. Sedangkan sisanya sebanyak 145 persil akan dibayarkan pada 2019 dengan total anggaran sebesar Rp 200 miliar.

Kasi Legar Jalan Dinas PU Bima Marga Provinsi Sumsel M Hilmansyah mengatakan, untuk pembebasan lahan akses jalan Jembatan Musi IV sudah dianggarkan pada 2017 sebesar Rp 9,7 miliar untuk 22 persil.

“Kita sedang audit internal.  Kalau audit internal selesai, maka pembayaran untuk 22 persil akan segera dilakukan,” ujarnya ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (19/4/2018).

Hilmansyah menjelaskan, anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan Musi IV dan Musi VI memang sudah dianggarkan pada 2017. Sehingga membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

“Untuk pembebasan lahan Musi VI tahun ini dianggarkan Rp 62,9 miliar. Sedangkan untuk pembebasan lahan Musi IV tahun ini dianggarkan Rp 9,7 miliar. Jadi anggaran Rp 9,7 miliar itu untuk pembayaran 22 persil di Musi IV didahulukan, sisanya 145 persil akan dibayarkan pada 2019,” bebernya.

Lebih lanjut Hilmansyah mengungkapkan, pembayaran pembebasan lahan Musi IV untuk 145 persil itu membutuhkan dana sekitar Rp 200 miliar. Karena anggarannya tidak sedikit, maka diproses pembahasannya tahun ini.

“Insya Allah awal 2019 bisa dibayarkan. Ya syukur-syukur mungkin kalau di di sebelum itu mungkin ada suntikan dana dari Kementerian PU agar pembayarannya bisa dipercepat,” paparnya.

Hilmansyah mengungkapkan, masyarakat di sana sudah sangat terbuka. Mereka sudah sangat kooperatif dan kita untuk pelaksanaan ganti rugi ini.

“Yang kita bebaskan itu jalan akses dari Azhari ke Ahmad Yani sepanjang 466 meter. Pasalnya,  yang jadi PR karena kalau mungkin sementara lewat Jalan Azhari tembus Nagaswidak mungkin setelah itu selesai Jembatan Musi IV ya mungkin akan timbul kemacetan baru. Jadi memang harus dibebaskan dengan catatan antaranya harus tersedia anggarannya. Tahun ini baru akan dibayar yang Rp 9,7 miliar untuk 22 persil dulu. Sedangkan sisanya 145 persil sebesar Rp 200 miliar dianggarkan tahun depan,” katanya.

Hilmansyah menghimbau agar masyarakat bersabar.

“Kita mau bayar, tapi masyarakat harus bersabar. Karena anggarannya cukup banyak dan kita ada keterbatasan dana maka pembayaran 145 persil diproses tahun ini dan akan dibayarkan tahun depan,” pungkasnya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here