
Jakarta, SumselSatu.com
Isu panas menyebutkan bahwa per 1 Juni 2026, pemerintah bakal memperketat kran bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Aturan barunya, semua kendaraan roda empat dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc dirumorkan bakal diarang keras mengonsumsi Pertalite.
Bagi kamu yang punya mobil sejuta umat dengan kapasitas mesin ngepas atau di atas ambang batas tersebut, informasi ini jelas bikin dada sesak. Apakah ini saatnya dompet harus merogoh kocek lebih dalam buat beralih ke Pertamax?
Melihat kegaduhan yang terjadi di masyarakat, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, akhirnya langsung pasang badan dan memberikan klarifikasi.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, tidak menampik maupun membenarkan secara mutlak tanggal mainnya. Namun, ia memberikan jawaban tegas terkait posisi Pertamina saat ini.
”Pada prinsipnya Pertamina sebagai BUMN dan badan usaha atau operator yang berada di bawah pemerintah akan mengikuti dan mengacu pada arahan pemerintah sebagai regulator,” tegas Roberth kepada Beritasatu.com.
Artinya apa? Pertamina menegaskan bahwa mereka adalah operator (pelaksana), bukan penentu kebijakan. Jika pemerintah mengetuk palu bahwa mobil di atas 1.400 cc dilarang isi Pertalite, maka Pertamina dipastikan SIAP menutup nozzle Pertalite untuk mobil-mobil tersebut!
Saat ini, pihak Pertamina mengaku masih dalam posisi standby alias menunggu arahan resmi dan detail teknis dari kementerian terkait, seperti Kementerian ESDM.
Selama regulasi baru tersebut belum diturunkan secara resmi, penyaluran BBM jenis Pertalite di seluruh SPBU terpantau masih berjalan normal seperti biasa menggunakan ketentuan yang berlaku saat ini. Namun, mengingat pembatasan ini disebut-sebut bisa menghemat BBM hingga 15 persen, rasanya tinggal menunggu waktu saja sampai aturan ini benar-benar disahkan.
Jika wacana pembatasan BBM subsidi untuk kendaraan roda empat berkapasitas mesin di atas 1.400 cc benar-benar disahkan oleh pemerintah, maka sebagian besar mobil populer atau “mobil sejuta umat” yang merajai jalanan Indonesia bakal terdampak.
Berdasarkan spesifikasi kapasitas mesin kendaraan yang beredar di pasar otomotif nasional, berikut adalah daftar mobil yang berpotensi dilarang mengisi Pertalite:
1. Kategori Low MPV (Mobil Keluarga Populer)
Ini adalah segmen yang paling banyak bikin masyarakat ketar-ketir, karena sebagian besar bermesin 1.500 cc:
Toyota Avanza (khusus varian mesin 1.500 cc; sedangkan varian 1.300 cc masih aman)
Toyota Veloz (semua varian 1.500 cc)
Mitsubishi Xpander & Xpander Cross (1.500 cc)
Daihatsu Xenia (varian mesin 1.500 cc; varian 1.350 cc/1.300 cc masih aman)
Suzuki Ertiga (1.500 cc)
Honda Mobilio (1.500 cc)
Hyundai Stargazer & Stargazer X (1.500 cc)
Wuling Confero & Cortez
Nissan Livina (1.500 cc)
2. Kategori Low SUV dan Crossover
Hampir seluruh jajaran mobil gagah di kelas ini memiliki kapasitas mesin di atas batas 1.400 cc:
Toyota Rush & Daihatsu Terios (1.500 cc)
Honda BR-V & Honda HR-V (1.500 cc / 1.500 cc Turbo)
Hyundai Creta (1.500 cc)
Suzuki XL7 (1.500 cc)
Mazda CX-3 & CX-30
Wuling Almaz RS (1.500 cc Turbo)
Chery Omoda 5
3. Kategori Sedan dan Hatchback
Meskipun bentuknya ringkas, banyak yang menggunakan mesin berkapasitas besar:
Honda City & City Hatchback RS (1.500 cc)
Toyota Yaris & Toyota Vios (1.500 cc)
Suzuki Baleno Hatchback (1.500 cc)
Mazda 2 (Sedan & Hatchback)
4. Kategori Medium & Premium MPV/SUV
Kategori ini otomatis langsung dicoret dari daftar penerima Pertalite karena kapasitas mesinnya yang jauh di atas rata-rata:
Toyota Kijang Innova (Bensin, Diesel, maupun Zenix Hybrid)
Toyota Fortuner & Mitsubishi Pajero Sport
Toyota Alphard, Voxy, & Vellfire
Honda CR-V (2.000 cc atau 1.500 cc Turbo)
Nissan Serena
Mazda CX-5, CX-8, dan CX-9
Semua lini mobil mewah Eropa seperti Mercedes-Benz, BMW, Audi, serta Lexus.
Siapa yang Masih Aman dari Aturan Ini?
Kendaraan roda empat yang dipastikan masih bisa mengisi Pertalite adalah mobil-mobil di bawah 1.400 cc. Kebanyakan didominasi oleh segmen LCGC (Low Cost Green Car) dan city car bermesin kecil, seperti:
Toyota Agya & Daihatsu Ayla (1.000 cc – 1.200 cc)
Toyota Calya & Daihatsu Sigra (1.000 cc – 1.200 cc)
Honda Brio Satya (1.200 cc)
Toyota Raize & Daihatsu Rocky (1.000 cc Turbo – 1.200 cc)
Suzuki Ignis & Suzuki S-Presso









