Sekayu, SumselSatu.com
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) mulai mengintegrasikan materi koperasi ke dalam mata pelajaran di sekolah sebagai langkah awal memperkenalkan konsep koperasi dan kewirausahaan kepada peserta didik sejak dini.
Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan langkah ini merupakan tahap awal sebelum materi koperasi ditetapkan secara formal sebagai muatan lokal (Mulok). Ia menyebut instruksi kepada Dinas Pendidikan telah disampaikan agar materi koperasi diselipkan ke mata pelajaran yang paling relevan.
“Mulai kemarin saya sudah instruksikan Dinas Pendidikan dan hari ini akan diedarkan semua bahwa mata pelajaran koperasi akan diintegrasikan dengan mata pelajaran terdekat, dan saatnya nanti akan menjadi mulok,” ujar Herman Deru saat meresmikan pabrik kelapa sawit KUD Sejahtera di Musi Banyuasin, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, proses ini akan berjalan bertahap. Integrasi ke mata pelajaran yang sudah ada terlebih dahulu, baru kemudian ditetapkan sebagai Mulok tersendiri.
Ia menegaskan tujuan kebijakan ini bukan sekadar mengenalkan keberadaan koperasi, melainkan menumbuhkan pemahaman tentang peran koperasi dalam menggerakkan perekonomian rakyat, sehingga generasi muda kelak tidak hanya mengenal koperasi sebagai lembaga, tetapi juga bisa menjadi bagian dari ekosistem dan pelaku ekonominya.
Herman Deru juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas koperasi agar mampu mengikuti perkembangan ekonomi modern. Ia menilai koperasi tidak bisa lagi hanya bertumpu pada praktik usaha konvensional, melainkan harus menguasai pasar, informasi, dan teknologi digital, sehingga pendidikan di sekolah perlu diiringi pembinaan dan peningkatan sumber daya manusia koperasi di daerah.
Pelaksanaan kebijakan ini menuntut sejumlah persiapan teknis, di antaranya pemetaan mata pelajaran yang relevan, penyusunan silabus dan materi ajar yang kontekstual, pelatihan bagi guru, serta sinergi antara dinas pendidikan, dinas terkait, dan pelaku koperasi. Tanpa kesiapan tersebut, materi koperasi berisiko hanya menjadi pengetahuan teoretis tanpa dampak nyata bagi siswa.
Jika berjalan sesuai rencana, integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi muda tentang peran koperasi dalam perekonomian lokal, menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang berorientasi pada kesejahteraan kolektif, memperkuat regenerasi kader koperasi yang melek bisnis modern, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara sekolah dan koperasi setempat untuk praktik usaha riil. Namun keberhasilannya tetap bergantung pada kesinambungan dukungan anggaran, pelatihan guru, dan keterlibatan aktif koperasi di lapangan.
Rencana ini mendapat sambutan positif dari Menteri Koperasi Ferry Juliantono, yang menilai pengenalan koperasi kepada generasi muda penting untuk menjaga keberlanjutan gerakan koperasi di Indonesia.
Menurutnya, pengenalan koperasi kepada generasi muda penting untuk menjaga keberlanjutan gerakan koperasi di Indonesia.
“Ini menjadi penting bagi kami karena ini penting bagi generasi muda untuk mengingat pentingnya koperasi bagi bangsa ini,” katanya. #fly










