Pertahankan Suasana Kondusif, Sumsel Rapatkan Barisan

44
FOTO BERSAMA ------ Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu berfoto bersama jajaran TNI, Polri, dan Pemprov Sumsel usai acara di Griya Agung, Palembang. (FOTO: SS1/TRI)

Palembang, SumselSatu.com

Dalam upaya mempertahankan suasana tetap kondusif, terkhusus menjelang pemilu 2019, segenap jajaran di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merapatkan barisan.

Hal ini dilakukan dalam pertemuan dan tatap muka Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dengan pejabat TNI, Polri, dan pejabat Pemprov Sumsel, serta para pejabat di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumsel, Senin (21/1/2019), di Griya Agung Palembang. Pada kesempatan ini, Menhan menyampaikan ceramah tentang bela negara.

“Sebagai manusia dan pejabat kita harus profesional sehingga dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dapat berjalan sesuai keinginan dan bisa mensejahterakan rakyat, bangsa, dan negara,” kata Menhan.

Menhan pun menjelaskan kedudukan TNI sebagai komando utama pertahanan negara, yang merupakan bagian dari pilar arsitektur pertahanan negara yang disusun Kementerian Pertahanan. Sedangkan Menhan sebagai kontrol demokratis terhadap kekuatan militer, mendesain pertahanan negara di bidang alutsista, kebutuhan alutsista berdasarkan strategi pertahanan negara saat ini.

“Dua konsep grand strategi besar yaitu grand strategi ekonomi dan grand strategi keamanan atau strategi keamanan nasional. Dalam hal ini, Pemda adalah bagian tidak terpisahkan dari turunan grand strategi besar pemerintah pusat di daerah yang muaranya adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang madani (civil society) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” jelas Menhan.

Adapun tujuan Menhan RI berkunjung ke Provinsi Sumsel dan hadir pada pertemuan yang dihadiri lebih dari 300 orang ini adalah untuk memberikan pengarahan guna membuka wawasan para Dansat TNI/Polri, kepala daerah, dan OPD dalam menjaga pertahanan NKRI, serta cara bertindak para Dansat dan pejabat daerah dalam menghadapi ancaman nyata yang merongrong kedaulatan NKRI, serta menjelaskan kedudukan alat pertahanan negara dalam menjaga pelaksanaan pemilu serentak tahun 2019.

Terkait hal tersebut, Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam sambutannya mengatakan, pertemuan ini dalam rangka meningkatkan rasa persaudaraan antara pejabat di pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk para pejabat TNI/Polri agar tercipta sinergitas yang solid dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Provinsi Sumsel. Herman Deru menyampaikan, sampai saat ini Provinsi Sumsel tetap zero konflik.

“Sebentar lagi kita akan melaksanakan pesta demokrasi yaitu memilih anggota legislatif dan memilih presiden dan wakil presiden, maka mari kita rapatkan barisan untuk menjaga wilayah Sumsel agar tetap kondusif serta berhasil dan suksesnya pelaksanaan Pemilu 2019,” ujar Gubernur Sumsel.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.IP, M.Hum mengatakan, sangat penting bagi para Dansat untuk menyimak apa yang disampaikan oleh Menhan RI. Pangdam meminta kepada jajarannya untuk menanyakan atau mendiskusikan apabila ada hal-hal yang tidak dimengerti atau belum dipahami secara jelas.

“Tekad kami para pejabat TNI, Polri, dan Pemda untuk pemilu serentak tahun 2019 agar sukses, aman, nyaman, dan sejuk sehingga Sumsel tetap kondusif dan zero konflik,” tegas Pangdam. #tri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here