Polres Mura Serius Penanganan Karhutla

NAIK---Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro bersama pimpinan PT PPA Babeh Suroso naik di atas menara pantau api. Salah satu sarana prasarana yang telah dibangun untuk penanganan karhutla. (FOTO : SS1/Hengky)

Musirawas, SumselSatu.com

Komitmen penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian Kepala Kepolisian Resor Musi Rawas (Kapolres Mura) AKBP Bayu Dewantoro, SIK, MM. Sehingga, turun langsung ke lapangan melihat kesiapan sarana dan prasarana karhutla perusahaan perkebunan, Kamis (5/4/2018).

Peninjauan dilakukan ke perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Pratama Palm Abadi (PPA) di Kecamatan Muara Lakitan. Lokasi perkebunan tersebut berbatasan langsung antara Kabupaten Mura dengan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Kapolres Mura melihat puluhan sekat kanal, puluhan embung air satu diantaranya embung air induk dengan kedalaman tujuh meter. Satu unit mobil tangki air dan dua menara pantau api dengan ketinggian 17 meter.

Di atas menara pantau api Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro SIK MM memberikan masukan agar di daerah perbatasan perkebunan di pasang reklame batas wilayah kabupaten dan spanduk berisi imbauan tentang karhutla.

Sehingga, masyarakat di perbatasan memahami batas wilayah dan tidak melakukan pembakaran hutan serta lahan baik untuk pembukaan lahan pertanian maupun perkebunan.

“Saya turun langsung ke lokasi perusahaan perkebunan lihat persiapan sarana prasarana penanganan karhutla yang telah dikerjakan PT PPA. Pihak perusahaan berkomitmen penanganan karhutla,” tegas Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro didampingi Kapolsek Muara Lakitan, AKP Nasharudin.

Menurutnya, komitmen yang dimiliki PT PPA penanganan karhutla. Hendaknya menjadi contoh bagi perusahaan lainnya, masyarakat, pemilik kebun perorangan. Aparatur pemerintah dari desa, kecamatan dan instansi terkait gencar melakukan sosialisasi turun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Karena, karhutla menjadi perhatian pemerintah pusat. Khususnya, Pemprov Sumsel karena di Kota Palembang ada perhelatan olahraga Asian Games.

Sehingga, semua, pihak harus fokus menjaga agar tidak terjadi pembakaran hutan dan lahan. Sebab, sanksi tegas bagi para pelaku karhutla.

“Saya juga inginkan perusahaan tetap perhatian terhadap kawasan perkebunannya dan terus memberikan sosialisasi karhutla kepada masyarakat yang tinggal di rompok-rompok sekitar perkebunan. Agar tidak membakar hutan dan lahan. Saya juga minta para Kapolsek dan bhabinkamtibmas gencar mensosialisasi dan menyadarkan masyarakat terkait karhutla,” jelas dia.

Selain itu, diimbau kepada semua komponen pembangunan di Kabupaten Mura dan Kabupaten Muratara mari bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan sekita. Aktif mengantisipasi masalah karhutla. Cepat, tanggap dan sigap jika terjadi kebakaran hutan dan lahan dengan berkoordinasi pihak terkait.

“Kita ciptakan zero hotspot dan tidak ada pembakaran hutan dan lahan. Semua, dibutuhkan komitmen dan tanggung jawab bersama,” kata AKBP Bayu Dewantoro.

Sementara itu, Pimpinan PT PPA, Babeh Suroso didampingi Staf Junanto mengatakan manajemen PT PPA berkomitmen terhadap penanganan antisipasi karhutla. Semua arahan Kapolda Sumsel dan pemerintah pusat tentang karhutla menjadi perhatian.

“Kita juga banyak dibantu oleh Kapolsek Muara Lakitan, AKP Nasharudin yang senantiasa turun ke lapangan terkait penanganan karhutla. Seperti pembuatan sekat kanal, menara pantau api dan embung air,” ujar Babeh Suroso.

Dia menjelaskan pihaknya juga menjaga serta mengelola aliran Sungai Kulit yang melintas di sekitar perkebunan. Sehingga, pasokan air tetap terjaga dan memberikan manfaat besar bagi tanaman kelapa sawit dan para pekerja.

“Kami berikan apresiasi kepada Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro turun ke lokasi perkebunan PT PPA melihat kesiapan penanganan karhutla. Dan turut mensosialisasikan tentang karhutla di masyarakat. Sehingga, masyarakat berperan aktif menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. #gky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here