Polrestabes Palembang Buru Pelaku Pemalakan Wisatawan Asal Lampung di Jembatan Ampera

PEMALAKAN---Cuplikan video aksi pemalakan yang dilakukan di atas Jembatan Ampera. (FOTO: IST).

Palembang, SumselSatu.com

Polrestabes Palembang memburu sosok pelaku pemalakan terhadap wisatawan di Jembatan Ampera, Sabtu (13/1/2024). Sebelumnya viral sebuah video wisatawan asal Lampung dipalak oleh seorang pria yang diduga preman.

Di dalam video yang berdurasi 10 detik itu, pria tersebut nampak memaksa meminta uang kepada seorang ibu-ibu. Bahkan pria tersebut terus mengejar dan memepet wanita yang memakai hijab berwarna merah tersebut.

Bahkan dari informasi yang beredar, wisatawan diancam akan ditusuk oleh pria tersebut menggunakan senjata tajam (sajam). Kini pria yang saat menjalankan aksinya itu mengenakan topi dan jaket warna biru langsung dicari keberadaannya oleh polisi.

Kasat Reskrim AKBP Haris Dinzah didampingi Kasubnit Ospnal Ranmor Iptu Jhoni Palapa, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Kita masih dalam penyelidikan,” kata dia.

Menurutnya, anggota sudah berada di lapangan untuk melakukan pengejaran dan pendalaman.

“Kami imbau pelaku untuk menyerahkan diri, jika melawan kami tak segan memberikan tindakan tegas dan terukur,” kata dia.

Minta Uang Rp10,000

Pemandu wisata dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Palembang buka suara usai wisatawan asal Lampung dan seorang tourguide wanita dipalak pria bersajam di Jembatan Ampera.

“Kejadiannya itu pagi saat tim membawa kurang lebih 40 orang wisatawan asal Lampung, hendak pulang menuju busnya di dekat Masjid Agung Palembang,” katanya.

Hafizah menjelaskan, kejadian itu bermula usai rekan sejawatnya alias korban sedang menemani sejumlah wisatawan hendak berjalan-jalan dan berswafoto di Jembatan Ampera.

“Karena saat itu bus mereka diparkirkan dekat Masjid Agung, jadi mereka jalan kaki lah ke sana (Jembatan Ampera),” katanya.

Setelah selesai berwisata dan berswafoto, pemandu lalu mendampingi para wisatawan untuk turun kembali berjalan kaki menuju bus mereka.

“Saat sedang mau turun itu, lalu ada lah bapak itu (pelaku) langsung dekat-dekat meminta uang ke para turis kita. Dia sendirian dan mintanya maksa,” katanya.

Menurut Hafizah, perilaku pria itu telah meresahkan kliennya sehingga rekannya berusaha menegur pria tersebut.

“Rekan kita ini bilang dia sama bapak itu, ‘Jangan maksa-maksa Pak mintanya’. Bapak itu malah marah dan menjawab ‘Nggak usah ganggu-ganggu’,” terangnya.

Hafizah menambahkan, total sekitar 10 orang yang menjadi sasaran pelaku yang dipinta paksa agar memberikan uang. Namun saat diberikan Rp1000-2000, pelaku ini menolak dan mengeluarkan sajam seakan hendak menusuk para wisatawan dan tourguide tersebut. Pelaku juga disebut meminta lebih besar sekitar Rp10 ribu.

“Untung saat itu ada polisi lewat jadi pelaku ini tidak sempat menusuk mereka. Dari situ sambil di perjalanan rekan kita itu langsung melaporkan ke saya,” bebernya.

Dia juga belum dapat memastikan apakah kejadian ini dilaporkan korban atau tidak. Dia berharap kejadian serupa tak lagi terjadi dan pelaku segera ditangkap. #fly

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here