Reses DPRD Sumsel Dapil I di SMAN 8 Palembang: Serap Aspirasi Pendidikan Hingga Bantu Siswa Tunanetra

RESES---Anggota DPRD Sumsel Dapil I saat melaksanakan Reses Masa Sidang V/2026 di SMA Negeri 8 Palembang, Rabu (11/2/2026). (FOTO: SS 1/YANTI).

Palembang, SumselSatu.com

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026 di SMA Negeri 8 Palembang, Rabu (11/2/2026). Selain menyerap aspirasi guru dan siswa, kunjungan ini juga diwarnai aksi kemanusiaan dengan membantu siswa disabilitas.

Dalam pertemuan tersebut, isu inklusivitas menjadi sorotan utama. Andrian Mandala Putra, seorang siswa tunanetra di SMAN 8, menyampaikan langsung kebutuhannya akan alat tulis Braille (brailler) guna menunjang proses belajar.

“Saya berharap ada bantuan untuk pengadaan brailler serta penambahan fasilitas bagi siswa disabilitas agar proses belajar kami tidak terhambat,” ungkap Andrian.

Ia juga berharap ke depannya semakin banyak sekolah yang inklusif dan terbuka bagi penyandang disabilitas, diiringi dengan peningkatan kompetensi guru dalam mendampingi siswa berkebutuhan khusus.

Siswa lain bernama Rifki menyampaikan kebutuhan tambahan sarana komputer dan peningkatan kecepatan internet untuk menunjang proses pembelajaran. Ia juga menyoroti kondisi jalan di Tegal Binangun yang dinilai memerlukan perbaikan segera.

Merespon permintaan siswa tuna netra, Koordinator Reses DPRD Sumsel Dapil I H Chairul S Matdiah, SH, MHKes, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hak penyandang disabilitas di ranah kebijakan.

​”Anak disabilitas wajib kita bantu. Aspirasi ini akan kami bawa ke rapat paripurna dan dilaporkan kepada Gubernur agar sarana prasarana pendukung segera direalisasikan,” tegas Chairul.

​Sebagai bentuk kepedulian spontan, keenam anggota dewan yang hadir memberikan bantuan dana pribadi sebesar Rp1 juta untuk membantu pembelian alat brailler bagi Andrian.

Update Gaji P3K dan Pembangunan Sekolah

Selain fasilitas belajar, beberapa poin krusial yang dibahas dalam reses meliputi ​kepastian gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di tengah pemotongan anggaran provinsi sebesar Rp2 triliun.

Anggota dewan juga menerima keluhan terkait rusaknya jalan di kawasan Tegal Binangun serta permintaan peningkatan kapasitas internet dan laboratorium komputer sekolah.

Menjawab pertanyaan terkait gaji PPPK, Anggota DPRD Sumsel Abdullah Taufik, SE, MM, memastikan pihaknya tetap optimis mencari sumber dana baru untuk mengamankan gaji PPPK, baik skema penuh waktu maupun paruh waktu.

“Kami di Badan Anggaran tetap optimis mencari sumber anggaran baru. Tujuannya untuk mengamankan gaji PPPK, baik paruh waktu maupun penuh waktu. Paruh waktu tetap mengacu pada aturan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), jadi tidak perlu khawatir. Tinggal pengaturan skema anggarannya, karena ada porsi anggaran dari pusat dan APBD daerah,” jelasnya.

Anggota DPRD Sumsel Aryuda Perdana Kusuma, SSos, menambahkan, banyak aspirasi yang disampaikan, mulai dari penambahan sarana dan prasarana pendidikan, fasilitas komputer, hingga peningkatan akses internet di sekolah.

“Seluruh aspirasi dari siswa dan guru akan kami bawa ke rapat paripurna untuk dibahas lebih lanjut,” katanya.

Plt Kepala SMAN 8 Palembang Muhammad Edwar berencana mengajukan proposal pembangunan dua ruang kelas baru untuk menampung total 1.063 siswa yang ada saat ini.

Pihak sekolah mengapresiasi kehadiran para wakil rakyat. Edwar menjelaskan bahwa SMAN 8 berkomitmen menjalankan pendidikan inklusif sesuai petunjuk teknis yang berlaku. Selama ini, para guru berinisiatif merekam materi pelajaran agar siswa tunanetra tetap bisa mengikuti kurikulum dengan baik. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here