Semua Daerah Penyelenggara Pemilukada Rawan Konflik

60
Ketua KPU Sumsel Aspahani.

Palembang, SumselSatu.com

Ketua KPU Sumsel Aspahani menilai semua daerah yang menyelenggarakan Pemilukada serentak 2018 di Sumsel rawan konflik. Oleh sebab itu, KPU kabupaten/kota dihimbau selalu siaga untuk menghadapi konflik antar pendukung pasangan calon.

Hal tersebut diungkapkan Aspahani di sela-sela acara silaturahmi KPU Sumsel dengan awak media di Cafe Lenggok Kambang Iwak, Senin (19/2/2018).

Dia mengatakan, konflik yang terjadi di Empat Lawang saat deklarasi damai merupakan salah satu contoh konflik yang harus diantisipasi.

“Saya akan minta kronologis kejadian seperti apa. Karena menurut informasi yang saya dapat, itu disebabkan ada yang diberikan kesempatan untuk bicara, tapi ada konten kurang berkenan, sehingga ada respon yang tidak bisa dikendalikan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, sambung Aspahani, KPU Sumsel sangat selektif dalam menentukan siapa yang harus bicara dalam sebuah forum. Pasalnya, kalau tidak tepat akan menyinggung pihak lain. “Kita akan melakukan evaluasi agar hal tersebut tidak terjadi lagi,” ucapnya.

Menurutnya, semua daerah yang melaksanakan Pemilukada serentak 2018 di Sumsel rawan konflik. Oleh sebab itu, semua KPU kabupaten/kota harus mengantisipasinya dari awal persiapan.

“Saya sebut semua daerah rawan. Tapi intinya kerawanan itu harus diantisipasi agar kita tidak terlena,” paparnya.

Ketika disinggung persiapan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden, Aspahani mengungkapkan, KPU Pusat sudah mengumumkan parpol peserta pileg dan pilpres. Namun pihaknya masih fokus dengan Pemilukada.

“Sekarang masih persiapan pembentukan badan adhoc. Kami anggap masih banyak waktu untuk mempersiapkan pileg dan pilpres degan baik, karena kita fokus untuk Pemilukada yang sudah memasuki masa kampanye,” tandasnya.

Ketika disinggung peran media dalam peliputan Pemilukada, Aspahani mengungkapkan, pihaknya akan mencermati beberapa kejadian yang dinilai wartawan membatasi dalam menjalankan tugasnya.

“Kita lakukan komunikasi agar ke depan hubungan kita bisa lebih baik. Apapun masukan dari teman-teman media kita evaluasi. Karena ini untuk kepentingan yang lebih besar bukan untuk KPU atau media, tapi untuk masyarakat Sumsel,” bebernya.

Oleh sebab itu, lanjut Aspahani pihaknya meminta sekretriat KPU Sumsel untuk merumuskan agar hubungan dengan media lebih baik.

“Kita ingin hubungan Sekretariat dengan media, begitupula komisioner dengan media tidak ada haknya yang dibatasi dalam menjalankan tugasnya,” pungkasnya. #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here