Palembang, SumselSatu.com
Festival perahu bidar digelar Pemerintah Kota (Pemko) Palembang hampir setiap tahun dan menargetkan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kegiatan setiap momen Agustusan itu dijadwalkan berlangsung mulai 29-31 Agustus di Sungai Musi, dan sudah ada beberapa pendaftar meskipun pendaftarnya tak seperti sebelum-sebelumnya.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Palembang Sulaiman Amin mengatakan, kegiatan Bidar ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang.
“Target PAD dari bidar bisa sampai 35 persen. Sebelumnya di tahun lalu festival bidar kontribusi 30 persen,” ujar Sulaiman, Jumat (23/8/2024).
Festival perahu bidar dibuka dengan kegiatan pameran kuliner pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) bagian dari penyelenggaraan Expo di Palembang dan acara puncak lomba bidar di Sungai Musi berlangsung tanggal 31 Agustus.
“Sementara peserta lomba bidar sudah ada tujuh, harapannya sampai 10-15 kalau bisa,” katanya.
Selain dari Palembang, peserta lomba perahu bidar di Sungai Musi akhir Agustus nanti juga dimeriahkan oleh peserta luar kota, yakni dari Ogan Komering Ilir (OKI) dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Saat ini peserta dari Palembang ada tiga kelompok.
“Kemudian dari OKI dan PALI masing-masing mengirimkan dua kelompok. Palembang termasuk dari perahu hias milik Dinas Pariwisata,” katanya.
Sulaiman mengatakan, saat acara Festival Bidar dan Expo Palembang nanti, Pemko Palembang mewajibkan seluruh masyarakat yang hadir di lokasi untuk menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), metode pembayaran cashless atau non tunai.
“Wajib pakai QRIS karena kita mencanangkan program Bank Indonesia, sekaligus untuk mengetahui dampak dari kunjungan wisatawan dan uang masuk ke Palembang, jadi pertumbuhan ekonominya bagaimana, diketahui melalui transaksi QRIS ini,” katanya. #daud