Tembok Lapas Jambi Jebol, Puluhan Napi Kabur

57
Salah seorang napi yang berhasil ditangkap kembali.

Jambi, Sumselsatu.com – Hujan lebat yang mengguyur Kota Jambi, Selasa (13/6/2017) malam sekitar pukul 19.30 WIB hingga Rabu (14/6/2017) dini hari, membuat sejumlah wilayah di Kota Jambi, terendam banjir.

Salah satunya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Jambi. Ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Akibatnya, tembok sepanjang 7o meter jebol karena tidak mampu menahan tekanan air yang meluap dari kali yang melintas di dalam Lapas.

Kondisi ini ternyata dimanfaatkan oleh puluhan warga binaan dari dalam Lapas yang berlokasi di Jalan Pattimura, Kota Jambi ini, melarikan diri.

Kakanwil Kemenkumham Jambi, Bambang Palasara, saat dikonfirmasi di Lapas Jambi, menyebutkan, data sementara diperoleh pihaknya ada 17 orang yang berhasil dibekuk, 2 menyerahkan diri.

“Yang tidak kembali ke Lapas di dua blok yang berisi dua ratusan orang ada 32 orang,” ujar Bambang Palasara.

Narapidana yang kabur dari berbagai kasus. Kecuali kasus tindak pidana korupsi. Mereka berasal dari berbagai blok. Namun, yang paling banyak dari blok C dan B.

Upaya perbaikan ada dua sesi, darurat dan permanen. Darurat akan dilakukan ornamen menggunakan seng yang akan dikerjakan anggota Zeni Korem 042/Gapu. Diprediksi akan selesai 6 hari.

Sementara itu, sembari menunggu proses pembangunan secara darurat, proses pembangunan permanen berjalan dengan mengajukan Dipa tanggap darurat ke Kementerian Hukum dan Ham.

“Selama proses darurat ini belum selesai, akan ada pengamanan pagar betis dari TNI dan Brimob,” jelasnya.

Saat ini, kata Dia, dengan kesadaran masing-masing, para warga binaan gotong royong membersihkan kamarnya. Suasana cukup kondusif. Untuk pengunjung ditunda dulu sampai suasana memungkinkan untuk dilakukan kunjungan.

Ke depannya, untuk mengatasi banjir ini, Pemerintah Provinsi Jambi, Kota Jambi dan DPRD merencanakan akan membangun pembuangan air dengan bentuk terowongan di bawah jalan lintas.

“Ini mampetnya di agen bis Putra Remaja. Nanti akan ada terowong gorong-gorong melalui bawah jalan. Kalau gini aja bangun tembok akan terulang lagi itu,” bebernya.

Atas kejadian ini, banyak warga binaan yang mengusulkan untuk pindah. Tentunya hal ini disambut baik oleh pihak Kanwil Kemenkumham Jambi yang langsung memindahkan 24 warga binaan ke Lapas Narkoba Muarasabak, Rabu siang. Mereka yang dipindahkan tersebut kasus ringan dan hukuman di bawah 3 tahun. Ada juga yang tengah mengurus pembebasan bersyarat.

Sementara itu, Kapolda Jambi Brigjen Pol Priyo Widyanto, menyebutkan, setelah mendapatkan informasi tembok Lapas jebol, dirinya langsung mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan.

“Dari kepolisian ada 4 SSK dan dibantu TNI 1 SSK,” ujar Brigjen Pol Priyo Widyanto.

Menurutnya, dari pihaknya sendiri dan TNI berhasil meringkus 17 Napi yang melarikan diri dari Lapas. Mereka ditangkap saat berada di sekitaran Lapas.

Dia menghimbau kepada para Napi yang belum tertangkap untuk menyerahkan diri. Tentunya, jika tidak menyerahkan diri akan diambil tindakan tegas. Sejumlah anggota Satuan PJR juga sudah dikerahkan untuk melakukan razia di perbatasan Jambi dengan Provinsi tetangga.

Sementara itu, seorang Narapidana bernama Alfin yang sempat kabur berhasil dibekuk di samping Lapas. Narapidana dengan kasus narkoba dan divonis 14 tahun penjara ini mengaku kabur karena diajak rekannya.

“Kabur diajakan kawan,” singkat Alfin yang langsung dibawa petugas masuk ke dalam Lapas. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here