
Indralaya, SumselSatu.com
Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra) masih aman dilintasi di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Selatan.
Kepala Regional Sumatera Bagian Selatan PT Hutama Karya (Persero) Arief Yeri Krisnanto mengatakan, petugas disiagakan apabila terjadi karhutla di sekitar ruang milik jalan (ROW) tol. Petugas di lapangan juga bekerja sama dengan pihak kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pemadam kebakaran, termasuk Manggala Agni, setempat.
“Sejauh ini kabut asap tidak mempengaruhi operasional jalan tol. Jalan Tol Palembang-Indralaya masih aman untuk dilalui,” kata Arief, Minggu (11/10/2026).
Untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat karhutla di sekitar jalan tol, Hutama Karya terus menyampaikan imbauan kepada pengguna jalan melalui berbagai saluran informasi. Imbauan tersebut disampaikan melalui media sosial, media luar ruang seperti spanduk dan variable message sign (VMS), serta pengeras suara atau public address di gerbang tol maupun tempat istirahat (rest area).
Ribuan hotspot ditemukan
Sebagaimana diberitakan Kompas.com, karhutla di Sumatera Selatan masih menjadi perhatian serius. Dalam pemantauan selama 24 jam hingga Kamis (8/10/2026) pukul 06.00 WIB, terdeteksi sebanyak 3.311 titik panas atau hotspot di wilayah tersebut. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 2.063 titik.
Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan Sudirman mengatakan, data tersebut merupakan hasil pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumsel.
“Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumsel total ada 3.311 titik panas (hotspot) di wilayah Sumsel,” kata Sudirman, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan data BPBD Sumsel untuk periode 24 jam hingga Kamis pagi, sebaran titik panas di sejumlah kabupaten dan kota menunjukkan perbedaan yang cukup besar. OKI berada di urutan pertama dengan 2.063 hotspot, disusul Musi Banyuasin dengan 643 titik. Selanjutnya Muara Enim 200 titik, Banyuasin 195 titik, Ogan Ilir 88 titik, dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur 63 titik.
Sementara itu, Musi Rawas Utara tercatat 19 titik, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 12 titik, Musi Rawas dan OKU masing-masing 8 titik, serta Lahat dan OKU Selatan masing-masing 5 titik. Adapun Kota Palembang tercatat 2 titik.
“Data tersebut merupakan hasil pemantauan hotspot di wilayah Sumsel dalam periode 24 jam terakhir,” katanya.
Salah satu upaya penanganan karhutla adalah pemadaman melalui udara menggunakan helikopter water bombing. Metode ini dilakukan dengan menjatuhkan air ke lokasi kebakaran untuk membantu mengendalikan api, khususnya pada wilayah yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.
Namun, upaya pemadaman melalui udara di Sumsel menghadapi kendala pada Kamis (8/10/2026). Sudirman mengatakan helikopter water bombing belum dapat terbang karena keterbatasan jarak pandang.
“Sementara itu untuk kemarin helikopter water bombing belum bisa terbang karena keterbatasan jarak pandang. Hari ini belum diketahui pasti apakah bisa terbang, masih menunggu informasi lebih lanjut,” katanya. #fly









