Wagub Minta Penanganan Bencana Cepat

7
KESIAPSIAGAAN---Wagub Sumsel Mawardi Yahya saat memantau pasukan saat Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Banjir dan Tanah Longsor Sumsel 2020, di pelataran Griya Agung, Palembang, Selasa (14/1/2020). (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya meminta agar penanganan harus cepat dilakukan apabila terjadi bencana alam.

“Apel ini diharapkan dapat mencegah permasalahan klasik, seperti terlambat, belum ada laporan, belum ada petunjuk, tanggungjawab  dinas atau instansi lain itu, tidak terjadi lagi,” ujar Wagub Sumsel saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Banjir dan Tanah Longsor Sumsel 2020, di pelataran Griya Agung, Palembang, Selasa (14/1/2020).

“Sehingga, penanggulangan lebih cepat dilakukan dan kerugian akibat bencana dapat diminimalisir,” tambah Mawardi.

Wagub menyampaikan, tanah longsor dan banjir merupakan peristiwa alam yang biasa terjadi saat musim hujan. Kejadian itu dapat menjadi bencana besar hingga menimbulkan korban jiwa jika tidak ditanggulangi secara cepat.

Karena itu, kata Mawardi, kesiapan petugas maupun peralatan haruslah dilakukan.

“Upaya kesiapsiagaan mulai dari pemetaan daerah rawan bencana, sosialisasi kondisi wilayah, penguatan kapasitas masyarakat dan aparat, seperti pelatihan harus terus dilaksanakan,” tekan Wagub.

Disampaikan Mawardi, terdegradasinya kondisi alam atau kurangnya data dukung alam, seperti kerusakan hutan, pertambangan serta kebiasaan membuang sampah sembarangan, dapat menyebabkan terjadinya bencana alam.

“Untuk itu jaga kelestarian alam. Manfaatkan alam secara bijak untuk meningkatkan perekonomian tanpa merusak alam itu sendiri,” kata Mawardi.

Dia menyampaikan, tercatat, pada 2019 lalu terdapat 118 kali bencana di Sumsel. Yakni, 116 kebakaran rumah penduduk. Bencana lainnya, banjir, angin puting beliung, banjir bandang, dan kecelakaan lalu lintas di perairan. Di tahun yang sama, 9613 unit rumah terendam, 367 unit rumah terbakar, 141 unit rumah roboh dan rusak berat, 23 unit jembatan putus dan rusak, serta 2662,5 hektar sawah terendam.

Di awal 2020, sedikitnya tiga kali banjir bandang di Kabupaten Empat Lawang, Kota Pagar Alam dan Kabupaten Lahat. Dari kejadian itu sebanyak 29 desa di sembilan kecamatan terendam banjir.

“Infrastruktur yang rusak tentu akan kami (Pemprov Sumsel-red) bantu perbaiki. Sementara untuk rumah-rumah warga yang rusak akibat kejadian itu tentu akan kami bantu juga. Silahkan ajukan saja,” kata Mawardi.

Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Banjir dan Tanah Longsor Sumsel 2020 diikuti lebih dari 1000 orang dari TNI, Polri, Satpol-PP, mahasiswa, dan instansi terkait lainnya. #nti

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here