Wajar Saja PSM Selalu Menang di Kandang

65
Penyerang PSM Makassar Reinaldo Elias

Makassar, Sumselsatu.com – Sriwijaya FC (SFC) kehilangan poin berharga saat dijamu PSM Makassar, pada lanjutan Liga 1 Indonesia 2017. Bertanding di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Minggu (21/5/2017) sore, Laskar Wong Kito harus takluk lewat gol kontrovesial Reinaldo Elias da Costa, yang mencetak satu-satunya gol dalam laga ini dari penalti di tambahan waktu babak kedua menit 96.

Wasit Hadiyana memberikan hadiah penalti, karena menganggap Hamka Hamzah yang naik membantu serangan dilanggar Rudolof Yanto Basna. Penggawa SFC memprotes keputusan wasit, dan sempat melakukan aksi mogok. Setelah terhenti hampir sepuluh menit, laga akhirnya dilanjutkan kembali. Reinaldo yang dipercaya sebagai eksekutor penalti mampu menjalankan tugasnya dengan baik, sekaligus mengamankan tiga poin bagi PSM.

Pelatih SFC Oswaldo Lessa enggan memberikan komentar banyak, terutama mengomentari penampilan wasit yang memimpin jalannya pertandingan. Hanya saja, kini Oswaldo tahu mengapa PSM selalu menang jika bermain di kandang sendiri.

“Saya ucapkan selamat buat PSM. Sekarang saya sudah tahu kenapa PSM selalu menang di kandang sendiri,” sindir Oswaldo pada jumpa media usai pertandingan.

Terkait aksi mogok selama 20 menit adalah bentuk luapan kekecewaan pemain dan ofisial terkait penalti tersebut.

“Saya juga memberi apresiasi kepada pemain yang sudah berusaha tampil bagus untuk meredam PSM di kandangnya. Saya tidak mau berbicara banyak, nanti takut salah. Lebih baik publik menilai apakah penalti PSM itu murni atau tidak,” tegas Oswaldo.

Oswaldo juga menilai beberapa pemain tidak dalam kondisi terbaik, namun tetap memaksa tampil seperti Hilton Moriera dan Teja Paku Alam.

“Beto minta ganti, Hilton belum 100 persen dan dia cedera. Begitu juga dengan Teja dan Marco,” tutup arsitek asal Brasil itu.

Hal senada dikatakan Nur Iskandar, striker Sriwijaya. Menurutnya, dia dan rekan-rekannya sudah berusaha tampil optimal meski bermain dibawah tekanan puluhan ribu suporter PSM.

“Saya tidak dalam posisi menilai kemenangan PSM. Mungkin coach lebih tahu karena dia berada di luar lapangan. Saya berharap rekan-rekan melupakan kekalahan ini. Kami memang kecewa. Tapi, masih ada banyak pertandingan yang harus kami jalani,” tutupnya. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here