20 Ribu Pelajar di Sumsel Terlibat Penyalahgunaan Narkotika

GANN ----- Pengurus DPD GANN Sumsel berfoto usai dilantik, Sabtu (16/2/2019). (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Selama 2017 – 2018, sebanyak 28 persen dari jumlah penduduk Sumatera Selatan (Sumsel) terlibat penyalahgunaan narkotika. Mirisnya, sekitar 20 ribu diantaranya adalah pelajar.

Informasi mengejutkan ini diungkap Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Sumsel, Nur Frafyanti Fanny usai pelantikan DPD GANN Sumsel, Sabtu (16/2/2019), di aula DPRD Sumsel.

Untuk mengantisipasi semakin bertambahnya pelajar terlibat penyalahgunaan narkotika, DPD GANN Sumsel bersama stakeholder akan melakukan sosialisasi mengenai bahaya narkotika, terutama ke sekolah-sekolah dan kampus.

Bahkan, DPD GANN Sumsel akan melakukan kampanye  akbar anti narkoba di beberapa titik di wilayah Sumsel.

“Yang sudah berjalan adalah kami menjemput laporan korban penyalahgunaan narkoba. Kalau diizinkan orangtua korban penyalahgunaan narkotika, kami akan rehab. Tidak usah ragu lagi melapor ke kami karena tidak dikenakan biaya sepeserpun,” ujar Nur Frafyanti.

Dia menegaskan, untuk tindakan pemberantasan narkotika, pihaknya juga sudah bekerjasama dengan intansi terkait. “Untuk memutus mata rantai kita koordinasikan dengan kepolisian dan BNNP. Untuk melakukan penyuluhan itu dilakukan sesuai kebutuhan dan waktu dari tim yang berkaitan dengan penyuluhan,” bebernya.

Sementara Ketua Umum GANN, Fakhruddin, menambahkan, GANN membantu  generasi masa depan untuk tidak terlibat penyalahgunaan narkotika.

“Program yang kami jalankan adalah melakukan sosialisasi ke dunia pendidikan, mulai dari TK hingga tingkat SMA. Kita mendoktrin bahaya narkoba. Selain itu, kita mulai menciptakan rumah sehat di setiap provinsi untuk korban narkotika, ” bebernya.

Dia menjelaskan, langkah lain pencegahan yang dilakukan GANN adalah memasang spanduk bahaya narkotika.

“Ini lah peran kita, kalau menemukan hal-hal penyalahgunaan narkotika segera laporkan ke kita dan instansi terkait.  Tanpa kerjasama, kita tidak mampu mengurangi sarang narkotika,” ujar dia.

Fakhruddin mengakui, anggota GANN ada mantan pengguna narkotika. Menurut dia, kehadiran mantan pengguna ini justru lebih bisa memberi kesaksian betapa berbahayanya narkotika.

“Mereka tau sakitnya bahaya narkoba. Jadi kita melakukan pencegahan dan penyuluhan ke lapangan. GANN menjalankan program- program nyata langsung ke masyarakat seperti penyuluhan,” pungkasnya.  #nti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here