
Musirawas, SumselSatu.com
Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Pemkab Mura) menyatakan tingkat kemiskinan, angka kematian bayi mengalami penurunan. Sedangkan, Angka Partisipasi Kasar (APK) mengalami peningkatan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Mura, H Hendra Gunawan dalam laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Mura tahun anggaran 2017 di hadapan rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mura, Selasa (3/4/2018).
“Untuk tingkat kemiskinan sejak tahun 2017 Pemkab Mura didukung pemerintah pusat serta kerja keras secara mandiri. Tingkat kemiskinan tahun 2014 sebesar 17,28 persen. Tahun 2015 turun sebesar 15,13 persen dan tahun 2016 turun lagi menjadi 15,30 persen. Hingga sekarang turun 14,24 persen,” tegas Bupati Mura H Hendra Gunawan.
Dia menjelaskan, penurunan terjadi juga pada Angka Kematian Bayi (AKB) dari 15,29 persen per 1.000 kelahiran di tahun 2016 menjadi 13,47 persen per 1.000 kelahiran pada tahun 2017 atau turun sebesar 11,90 persen.
Turunnya AKB seiring dengan dicanangkannya program Musi Rawas Sempurna Sehat dan adanya peningkatan kualitas serta distribusi sarana prasarana kesehatan bersama tenaga kesehatan yang tersebar lebih merata.
“Pemkab Mura juga mendorong masyarakat agar menjalani pola hidup sehat. Dengan memaksimalkan layanan kesehatan sampai ke pelosok pemukiman sistem jemput bola,” jelas dia.
Selain itu, bidang pendidikan angka partisipasi kasar (APK) di semua pendidikan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Untuk APK SD/MI dari 122,49 persen di tahun 2016 meningkat menjadi 130,45 persen di tahun 2017 atau meningkat sebesar 6,5 persen. APK SLTP/sederajat dari 109,01 persen tahun 2016 meningkat menjadi 111,46 persen di tahun 2017 atau meningkat 2,5 persen.
“Kemajuan ini tidak lepas dari pembangunan infrastruktur pendidikan tahun 2017 terbangun 684 unit gedung sekolah mulai dari SD hingga SLTA baik negeri maupun swasta. Dengan jumlah 87.232 orang siswa. Didukung alokasi anggaran pendidikan lebih dari 20 persen dengan gerakan Musi Rawas Sempurna Cerdas diharapkan terjadi akselerasi peningkatan sumber daya manusia di Kabupaten Mura,” katanya.
Dia menambahkan peningkatan juga terjadi pada sektor pertanian, tanaman pangan, perikanan, pembangunan infrastruktur baik jalan dan perkantoran di ibukota Kabupaten Mura, keagamaan, koperasi dan sektor pembangunan lainnya.
“Kita sadari semua pencapaian tahun 2017 masih belum sepenuhnya berhasil mencapai target kinerja Pemkab Mura ditetapkan. Baik tatanan ekonomi makro maupun kinerja setiap misi. Namun, dengan kerjasama yang berkesinambungan semuanya dapat tercapai dengan baik untuk masyarakat Kabupaten Mura,” ujar Hendra Gunawan.
Sementara itu, Ketua DPRD Mura, Yudi Fratama mengatakan pihaknya segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Pemkab Mura yang telah disampaikan dalam LKPJ bersama para anggota legislatif. Sehingga, kedepan ada terobosan untuk pencapaian kinerja untuk kepentingan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Mura. #gkyÂ