
PALI, SumselSatu.com
Meski merupakan kabupaten termuda, namun Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tak pernah sepi dari prestasi. Pada Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV tingkat provinsi baru baru ini, PALI pulang dengan memboyong tiga penghargaan.
Adapun penghargaan yang berhasil disabet Kabupaten PALI pada peringatan Harganas XXV tingkat provinsi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rabu (10/10/2018), adalah pada kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Peduli Sampah dari Kecamatan Tanah Abang meraih juara 2, kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) meraih juara 3, dan Klinik KB mendapat juara 2.
“Alhamdulillah prestasi ini kita raih berkat dukungan masyarakat serta support dari pak Bupati, meski tidak menjadi juara pertama, tetapi setidaknya PALI sudah mampu berkarya dan mensejajarkan dengan kabupaten/kota lainnya di Sumsel,” ujar Yenni Nopriani, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten PALI, Kamis (11/10/2018).
Yenni berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi masyarakat PALI agar terus meningkatkan prestasi, baik Bina Keluarga Lansia (BKL), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Balita (BKB), yang merupakan kegiatan pembinaan kepada ibu yang mempunyai lansia di rumah, yang mempunyai remaja di rumah, dan yang mempunyai balita, serta dibentuk kelompok ibu-ibu yang dilakukan pembinaan oleh para petugas lapangan KB dengan menggunakan alat peraga.
“Tentunya kita akan lakukan pembinaan terhadap UPPKS yang ada serta kelompok-kelompok BKL, BKR, BKB, serta kelompok lainnya agar kedepan bisa lebih baik lagi,” ujar Yenni.
Pada peringatan Harganas XXV di Kabupaten MUBA, lanjut Yenni, dari Kabupaten PALI juga membuka stand pameran dengan membawa berbagai produk UPPKS.
“Stand kita menjadi perhatian pak Gubernur Herman Deru. Bahkan beliau (Gubernur, red) terkesan dengan berbagai kerajinan serta kuliner khas PALI. Selain Gubernur, banyak pejabat dari berbagai daerah juga memenuhi stand kita, mereka rata-rata menanyakan asal dan proses pembuatan produk UPPKS yang menjadi ciri khas PALI,” tutur Yeni.
Dengan banyaknya pejabat atau warga luar PALI yang mengetahui produk UPPKS PALI, Yenni optimis mampu membuka pasar untuk penjualannya.
“Semakin dikenal akan semakin luas pemasaran produk UPPKS, dan membuka peluang bertambahnya penghasilan keluarga pelaku usaha tersebut,” pungkasnya. #abi