Istri Almarhum Sofyan Minta Pelaku Dihukum Mati

TERSANGKA ----- Dua tersangka pembunuh Sofyan, sopir taksi online, saat dihadirkan pada press release di Mapolda Sumsel, Jumat (23/11/2018). (FOTO: SS1/TRI)

Palembang, SumselSatu.com

Fitriani, istri almarhum Sofyan, sopir taksi online yang dibunuh kawanan perampok, meluapkan kekesalan dan amarahnya dengan mencaci maki tersangka Acun dan Frans, saat kedua tersangka dihadirkan dalam press release di halaman Mapolda Sumsel, Jumat (23/11/2018).

“Kejam sekali kalian, tidak pantas kamu hidup. Tidak punya hati kamu. Anak saya empat tahu tidak kamu? Pokoknya nyawa harus dibalas nyawa. Saya minta kamu dihukum mati,” kata Fitriani sambil menunjuk kedua tersangka.

Selain Fitriani, ayah almarhum Sofyan, Kiagus H Abdul Roni, juga terlihat menahan emosi dan ikut melampiaskan kemarahan kepada dua tersangka di hadapan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain.

“Pokoknya kami minta hukum mati, karena mereka ini kejam telah menghilangkan nyawa anak saya,” ujar Abdul Roni yang akhirnya ditenangkan oleh anggota.

MARAH—- Beberapa keluarga korban yang hadir pada press release di Mapolda Sumsel, Jumat (23/11/2018), berusaha menahan marah dan kesedihan. (FOTO: SS1/TRI)

Dalam kasus ini polisi sudah mengamankan tiga tersangka pelaku, masing-masing Ridwan, Fran, dan Acun. Satu pelaku atas nama Ridwan ditangkap, Minggu (11/11/2018), di kediamannya di Kabupaten Musi Rawas Utara, sementara Frans dan Acun menyerahkan diri. Sedangkan satu tersangka lagi berinisial AK masih dalam pengerjaan polisi.

Korban yakni Sofyan, sopir taksi online, dikabarkan hilang kontak bersama mobilnya Daihatsu Sigra Nopol BG 1274 UN, setelah mengantar penumpang dari KM 5 dengan tujuan KFC simpang Bandara Senin 29 Oktober 2018.

Istri korban pun langsung membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel. Mendapat laporan keluarga korban, tim Subdit III Jatanras langsung melakukan penyelidikan dan mengejar serta menangkap salah satu pelaku, Ridwan (42). Namun, kepada penyidik, tersangka ini mengaku tidak ingat di mana mayat korban dibuang setelah tewas dicekik.

Polisi pun langsung mencari mayat korban dengan menelusuri rute saat para pelaku membawa kabur mobil. Di jalan Tanah Muara Lakitan tim menemukan tulang belulang korban. #tri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here