Palembang, SumselSatu.com
Memperingati hari anti korupsi sedunia yang jatuh pada 9 Desember digunakan oleh berbagai pihak untuk bersama-sama memerangi korupsi.
Dalam kesempatan ini juga dimanfaatkan salah satunya oleh Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM-KHP) kelas II Palembang yang mendakan seminar dengan tema “Ayo Kita Berantas Korupsi Untuk Mewujudkan Masyarakat Kelautan dan Perikanan yang Sejahtera” di Aula kantor BKIPM-KHP.
Dalam seminar ini juga dilakukan deklarasi bersama Pegawai dan pengguna Jasa Karantina Ikan serta Mahasiswa yang diwakili oleh mahasiswa Universitas PGRI Palembang untuk tidak melakukan tindakan Korupsi serta Siraman Rohani.
Dalam sambutannya, kepala BKIPM kota Palembang, MW Giri Praktino mengatakan, peringatan hari anti korupsi sedunia tidak boleh ada keraguan sedikit pun dalam melawan korupsi. Khususnya, di BKIPM Palembang dirinya menentang keras tindakan korupsi dan berkomitmen untuk mencegah dan melawan korupsi.
“Sejak awal saya memimpin BKIPM Palembang 1,5 tahun yang lalu, saya berkomitmen untuk mencegah dan melawan korupsi salah satunya dengan membuat terobosan menghilangkan pola pembayaran jasa hand to hand antara pengguna jasa dan petugas dengan mengganti dengan system pembayaran elektronik,” kata Giri.
Menurut Giri, Indonedia merupakan negara yang kaya raya, berlimpah ruah kekayaan laut dan alamnya. Dengan kekayaan Indonesia punya seharusnya bisa mensejahterakan rakyatnya.
“Kalau korupsi masih merajalela tidak akan pernah menghadirkan kesejahteraan yang benar-benar adil bagi seluruh rakyat, jika korupsi masih di beri toleransi di bumi pertiwi. Saya akan terus berjuang menjadikan BKIPM Palembang sebagai motor pergerakkannya Zero Tollerance for Corruption,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Ustad Syahroni dalam siraman rohaninya menjelaskan, bahwa rejeki yang dimakan oleh anak, istri, suami yang didapat dari hasil korupsi akan berpengaruh pada masa depan dan keluarga.
“Korupsi salah satu bentuk perbuatan tercela yang merugikan banyak orang. Kita sebagai manusia harus selalu ingat dan menjaga keimanan jika ada peluang ajakan untuk korupsi. Masih ada kehidupan yang lebih kekal dari pada hidup didunia ini, dan segala perbuatan akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah SWT,” kata Syahroni.
Untuk menegaskan komitmen bersama dalam mendukung anti korupsi, pihaknya melakukan penandatanganan Deklarasi Anti Korupsi bersama antara seluruh pejabat dan pegawai BKIPM Palembang, penggguna jasa dan mahasiswa.
Deklarasi tersebut berisikan komitmen Tidak boleh menyalahgunakan wewewang dan jabatan, berkerja secara profesional dan berintegritas, tidak meminta, memberi dan menerima hadiah terkait dengan jabatan dan pekerjaan, serta bersedia dikenakan sanksi tegas jika melanggar. #ard