Palembang, SumselSatu.com
Nilai Ekspor Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Bulan Maret 2018 mengalami peningkata sebesar 25,95 persen dibandingkan pada bulan Februari 2018. Nilai Ekspor Sumsel pada bulan Maret sebesar 41473, juta US Dolar yang terdiri dari ekspor Migas sebesar 27,65 juta US Dolar dan 378,08 juta US Dolar hasil eskpor komoditi nonmigas.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel Yos Rudiansyah menjelaskan eskpor Migas Sumsel pada Maret 2018 meningkat dibanding Maret 2017 sebesar 15,44 persen. Naiknya nilai Ekspor Sumsel disumbang dari sektor nonmigas sebesar 24 persen. Sedangkan ekspor migas menyumbang sebesar 44 persen.
“Ekspor Sumsel dari Januari 2018 terus mengalami Fluktuasi sampai dengan bulan Maret, dan pada bulan marer ini angkanya melesat tinggi di banding bulan Februari yakni dari 329 Juta US Dolar naik menjadi 414 Juta US Dolar,” kata Yos, Rabu (2/5/2018).
Tiongkok, Malaysia dan Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama ekspor Sumsel pada Periode Januari-Maret 2018, masing masing mencapai 365 juta US Dolar (Tiongkok), 110 juta US Dolar (Malaysia), dan 92 juta US Dolar (AS). Dengan peranan ketiganya mencapai 53 persen dari total ekspor periode Januari-Marer 2018.
“Ekspor Sumsel dilakukan melalui beberapa pelabuhan baik di dalam dan luar Sumsel. Pelabuhan Boom Baru menyumbang 68 persen, pelabuhan Kertapati menyumbang 9 persen, Dernaga Plaju menyumbang 6 persen. Sedangkan Bandara SMB II Palembang hanya 0,7 persen, sementara untuk Pelabuhan di luar Sumsel menyumbang 15 persen,” ungkapnya.
Menurut Yos, perdagangan luar negri memiliki peranan yang penting dalam perekonomian dan pembangunan. Kegiatan perdagangan luar negeri, terutama ekspor merupakan salah satu sumber terbesar bagi penerimaan devisa.
Dengan devisa tersebut negara/daerah dapat membeli barang-barang impor yang di butuhkan untuk konsumsi dan menunjang sektor industri.
Sementara itu, untuk impor Provinsi Sumsel di bulan Maret juga meningkat sebesar 133 juta US Dolar atau naik sebanyak 325 persen jika di bandingkan bulan February 2018. Impor Sumsel di bulan Marer di dominasi Impor Migas sebesar 2 Juta US Dolar dan Non Migas 130 juta US Dolar.
“Impor Sumsel bulan Maret, naik jauh 325 persen jika di bandingkan bulan February 2018, begitu juga jika di bandingkan dengan bulan yang sama di tahun 2017, nilai impor Sumsel juga meningkat sebesar 157 persen atau dari 79 Juta US Dolar menjadi 203 juta US Dolar,” ujar Yos.
Negara asal Impor terbesar periode Januari-Maret 2018 yakni Amerika Serikat dengan nilai Impor sebesar 60 juta US Dolar dan di ikuti Tiongkok dengab nilao Impor 50 Juta US Dolar dan Italia dengan nilai Impr mencapai 19 juta Dolar. #ard