Cuaca Panas di Palembang Melebihi Batas Rata-rata

Suhu panas akan meningkat pada bulan Oktober mendatang. (FOTO: ILUSTRASI).

Palembang, SumselSatu.com

Ibadah puasa 1444 Hijriah/2023 harus dilalui umat Muslim di Palembang, dengan panas terik matahari yang menyengat. Penyebabnya, suhu maksimum 35 derajat celcius yang disebabkan gerak harian semu matahari berada di atas ekuator.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Desindra Deddy Kurniawan menyampaikan, cuaca fluktuatif terjadi disebabkan posisi matahari bergerak semu harian di atas ekuator.

“Memang benar, gerak semu matahari berada di atas ekuator. Ini yang menyebabkan terik matahari sangat menyengat,” ujar Desindra.

Desindra mengatakan, faktor awan yang sangat sedikit menutupi matahari menyebabkan paparan teriknya menyengat ke bumi. Hal itu yang menjadi pemicu cuaca di Palembang mencapai suhu maksimum 35 derajat celcius.

“Saat ini berada pada suhu maksimum 35 derajat celcius,” ucapnya.

Kendati begitu, Desindra mengatakan, fenomena seperti ini biasa terjadi. Terlebih saat peralihan musim hujan ke kemarau. Diperkirakan, cuaca ekstrem seperti ini bakal terjadi hingga akhir Maret dan awal April mendatang.

“Fluktuasi cuaca biasa terjadi. Kemungkinan terjadi hingga akhir Maret-April,” katanya.

Desindra mengimbau kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa untuk tetap menjaga daya tahan tubuh sehingga tidak terjadi dehidrasi. Masyarakat juga tak perlu khawatir menghadapi cuaca seperti ini.

Yang dibutuhkan yakni menjaga kesehatan dan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin, agar terhindar dari segala macam penyakit selama melaksanakan puasa khususnya saat melakukan aktivitas di siang hari.

“Yang penting jaga kesehatan selama Ramadhan dan konsumsi vitamin agar tidak dehidrasi,” katanya. #Ari

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here