
Palembang, SumselSatu.com
Dugaan ijazah palsu STM Pertambangan Palembang tahun 1977 milik Mawardi Yahya (MY) terus menguat. Salah satu saksi bernama Syamsu Rizal, mengklaim memiliki dengan berbagai data dan dokumen lengkap yang mengungkap riwayat dugaan skandal pemalsuan ijazah.
Hal tersebut terungkap ketika Syamsul Rizal mendatangi Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo MPd didampingi Muhammad Soleh yang merupakan Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Putra Sriwijaya, Kamis (7/6/2018).
“Saya memiliki banyak data, saya sekolah-sekolah benar-benar. Tapi saya sangat benci ada yang sekolah benar-benar tapi ada yang tidak sekolah bayar Rp20 juta dapat ijazah,” tegas Syamsu Rizal.
Karena itu, dia mendesak Dinas Pendidikan untuk membantu mengungkap dugaan skandal ijazah palsu MY dengan cara mengeluarkan Daftar Peserta Ujian (DPU) dan Daftar Ijazah yang terpakai pada ijazah STM Pertambangan Palembang miliknya.
“Besok saya akan lapor ke Mabes Polri dan mendesak agar mencabut laporan ke Polda yang di SP3 kan pada 2004 yang saat ini tak ada kabarnya. Bagaimana mungkin, laporan belum diperiksa tapi sudah di SP3,” tegasnya.
Dia menceritakan DPU STM Pertambangan Palembang yang pada waktu itu menjabat kepala sekolah adalah Ir Syarbini Husein Alam  telah dipalsukan oleh yang bersangkutan dengan indikasi bahwa DPU tersebut telah disusun dengan benar.
“Tapi beberapa tahun kemudian sekitar tahun 2000 DPU yang diserahkan ke Diknas Provinsi Sumsel pada waktu itu diubah oleh Syarbini Hussein Alam dengan memaksakan memasukkan nama Mawardi Yahya ke dalam DPU tahun 1977. Artinya mantan Kepsek STM Pertambangan ini telah memalsukan DPU,” terangnya.
Dan untuk memperkuat posisi Mawardi Yahya pada pencalonan Bupati Ogan Ilir periode 2005-2010 maka Ir Syarbini Hussein Alam mengkordinir tiga orang mantan siswa STM Pertambangan Palembang tamatan 1977 agar menandatangani surat pernyataan bahwa Mawardi Yahya adalah teman sekelas mereka. Dengan tiga surat pernyataan itu mampu mengantarjan Mawardi maju ke pencalonan Bupati Ogan Ilir 2005-2010.
“Sebagai imbalannya maka Ir Syarbini Husein Alam ditempatkan pada BUMD sebagai salah satu Direktur (Dirlitbang) pada PT Petrogas yang berkantor di Indralaya Ogan Ilir,” jelasnya.
Syamsul memastikan kalau dia adalah seorang pensiunan PT Pusri dan tidak ada kaitan dengan calon cawagub tersebut baik sebagai teman sekolah atau warga satu dusun.
“Pada saat calon wakil gubernur tersebut mencalonkan diri sebagai anggota DPRD, ijasah yang yang dia cantumkan saat itu SMEA sedangkan dia insinyur, jadi salah satu TU mengatakan, kenapa bapak  Insinyur menyodorkan SMEA , lalu di ganti diganti dengan ijazah STM Pertambangan,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo, MPd, menambahkan, saat kejadian yang ditanyakan saat itu dirinya masih sekolah jenjang SD di Bantul Yogyakarta dan saat ini menjabat Kepala Dinas Pendidikan Sumsel.
“Untuk DPU memang sampai saat ini saya belum menemukannya lagi. Tapi kalau reguler ada karena sebagian yang menangani sudah pensiun. Tapi akan cari usahakan secepatnya termasuk daftar kelulusan akan saya cari,” terangnya.
Dia berjanji akan membantu data apapun untuk mengingkap kebenaran yang sewaktu-waktu ditanyakan pihak hukum untuk proses penyelidikan. Sehingga gejolak ini cepat jelas. Kalau benar katakan benar, kalau salah katakan salah.
“Oleh karena itu saya mengimbau, ayo bagi siswa STM Pertambangan Palembang pada tahun itu muncullah, bantu untuk mengungkapkan salah satu benarnya,” tegasnya.
Sedangkan Ketua Ormas Putra Sriwijaya Muhammad Soleh menyampaikan, dia menghadirkan Syamsul Rizal ke Disdik adalah janji yang telah disampaikan ke Dinas Pendidikan pada tuntutan kepalsuan dugaan ijazah palsu MY beberapa waktu lalu. #ari
Choose Files
Choose Files