
Baturaja, SumselSatu.com
Wakil Ketua Umum 1 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel Dhennie Zainal tampaknya sedikit menyinggung Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang sering ‘menelantarkan’ atlet berprestasi yang dimiliki Bumi Sebimbing Sekundang itu. Tak heran akhirnya banyak atlet ‘kabur’ dari OKU.
Hal itu diungkapkan Dhennie saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) KONI OKU pada 12 Juli hingga 13 Juli di aula Hotel Kemuning, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur, OKU.
Dhennie mencontohkan atlet biliard Herwanto yang saat ini membela Provinsi Jawa Barat. Herwanto dulu atlet berprestasi OKU yang juga pernah membela Provinsi Sumsel pada beberapa ajang olahraga tingkat Nasional dan kini lebih memilih provinsi lain dari pada Sumsel/OKU.
Menurut Dhennie, hal ini disebabkan kurangnya perhatian terhadap atlet tersebut, termasuk kurangnya fasilitas yang baik. Dhennie menegaskan, ke depan hal ini harus diubah, jangan lagi ada atlet berprestasi hanya ditelantarkan dan tidak diberi kesejahteraan, sehingga atlet lebih memilih daerah lain yang menjanjikan kehidupan untuk pribadinya.
“Dulu Herwanto membawa nama Sumsel dan OKU. Tapi sekarang Jawa Barat yang mengambilnya, artinya kita OKU sudah melahirkan atlet tingkat nasional tinggal lagi kita bagaimana mengembalikannya. Apalagi yang saya tau KTP-nya saja masih domisili Baturaja,”ucap Dhennie.
Nah, pada Rakerda KONI OKU yang juga dihadiri para ketua berbagai cabang olahraga ini menjadi momen evaluasi bagi tubuh KONI OKU.
Apalagi, kata Dhennie, pihak KONI Sumsel sudah memberikan kebebasan seluas-luasnya terhadap kabupaten/kota untuk memilih dua cabang yang memang bisa diandalkan setiap daerah untuk dikembangkan dan dibiayai pihak provinsi, dengan tujuan daerah bisa fokus dua cabang olahraga saja sehingga dapat menghasilkan atlet yang benar-benar bisa berprestasi dengan baik.
“Semua biaya dua cabor yang dipilih ditanggung KONI Sumsel, seperti pelatih silakan cari pelatih yang baik, jangan sampai alasan dana jadi kendala. Tapi, dengan catatan dua cabor yang dipilih saja dibiayai,” katanya.
Rakerda KONI OKU ini juga dihadiri Kadin Dispora OKU, para anggota KONI setempat, dan para ketua pengurus daerah (pengda) cabang olahraga. #ori