Dodi-Giri ‘Slow’ Tapi Pasti

134
SERIUS---------Pasangan Dodi-Giri tampak serius memperhatikan tulisan pertanyaan kandidat lain, pada Debat Publik Pilgub Sumsel 2018, di Hotel Whyndam, Jakabaring, Palembang, Kamis (21/6/2018). (FOTO: SS1/ANTON R FADLI)

Palembang, SumselSatu.com

Pasangan Cagub-Wagub Sumsel Nomor Urut 4 H Dodi Reza Alex Noerdin-H M Giri Ramanda N Kiemas, dinilai lebih menyakinkan calon pemilih, saat mengikuti Debat Publik Pilgub Sumsel 2018, Kamis (21/6/2018) malam.

Debat Publik Pilgub Sumsel 2018 itu diselenggarakan KPU Sumsel bekerjasama dengan TVOne, dan disiarkan secara langsung. Acara dilaksanakan di Hotel Whyndam, Jakabaring, Palembang.

Warga menilai, pasangan Dodi-Giri tampil santai tetapi memberikan jawaban-jawaban yang menyakinkan.

“Dodi-Giri slow tapi pasti,” ujar Feri (37) warga Jalan Mayor Ruslan, Lorong Tunggal, Sekip, Palembang, kepada SumselSatu, Jumat (22/6/2018).

Menurut Feri, dalam debat publik tersebut terlihat jika pasangan Cagub-Sumsel lainnya memiliki ambisi ingin menjadi Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel.

“Kalau yang lain terlihat sekali ambisinya,” kata pria yang bekerja di toko bangunan itu.

Feri menyakini, Dodi-Giri dapat memenangkan Pemilu Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Sumsel pada 27 Juni mendatang. “Kalau aku yakin, Dodi-Giri yang menang,” kata Feri.

Sebelumnya, Pengamat Politik Bagindo Togar Butar Butar mengatakan, pasangan Dodi-Giri memiliki kemampuan dalam memberikan jawaban.

“Tak bisa dipungkiri paslon Nomor 4, memiliki kemampuan mumpuni dalam memberi jawaban, maupun penjelasan atas pertanyaan yang disampaikan kepada mereka,” kata Togar.

Dikatakan Tagor sebelumnya, bila menyoroti kapabilitas para pasangan calon (Paslon) secara keseluruhan dari empat sesi yang ada, Herman Deru-Mawardi Yahya begitu seronok percaya dirinya.

“Khusus sosok calon gubernur, terkesan ‘sepele’ atau tanpa persiapan yang berarti ketika akan mengikuti acara debat. Misalnya dalam opening statement melakukan over spending time, menjawab pertanyaan panelis dan para paslon lainnya kurang jelas deskripsi atau tujuannya, lebih mengandalkan retorika, normative, dan tebar pesona,” kata Tagor.

Dia menilai, pasangan Nomor Urut 2 mampu mencuri perhatian audien juga penonton di luar panggung debat, karena penampilannya yang rapi, kasual, lugas, santun, dan realistis dalam bertanya dan memberi jawaban.

“Sepertinya paslon nomor dua mampu mampu memposisikan diri sebagai figur yang mampu merangkul antar paslon lain yang tengah memuncak ambisinya untuk segera menjadi pemenang dalam kontestasi Pilkada ini,” katanya.

Dia menambahkan, paslon Nomor Urut 3, kelihatan lancar dan jelas dalam menyatakan program kerja, visi misi maupun jawaban atas pertanyaan panelis maupun perwakilan warga.

Hadir sebagai panelis dalam debat publik itu Prof Amzulian Rifai (Ketua Ombudsman RI), R Siti Zuhro (Peniliti Pusat Penelitian Politik-LIPI), Prof Didik Susetyo (Guru Besar Fakultas Ekonomi Unsri), dan Prof Erika Buchori (Pakar Transportasi Unsri).

Para penalis hanya diberikan satu kali untuk bertanya kepada pasangan Cagub-Wagub Sumsel yang terpilih setelah dilakukan undian. Tidak ada kesempatan penalis untuk memperdalam hasil jawaban yang diberikan.

Pada debat publik yang mulai disiarkan pada Pukul 19:31 itu, sebelumnya dilakukan pengundian nomor urut untuk menentukan pasangan mana yang berhak pertama kali memberikan pertanyaaan kepada pasangan kandidat lainnya. Pasangan Cagub-Sumsel Nomor Urut 2 Syaifuddin Aswari Rivai-Irwansyah mendapatkan urutan pertama. Disusul kemudian, pasangan Nomor Urut 3 Ishak Mekki-Yudha Pratomo, Dodi-Giri, dan pasangan Nomor Urut 1 Herman Deru-Mawardi. Setiap pasangan kandidat memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan pertanyaan kepada pasangan lain secara bergantian. #arf

  

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here