Fenomena Joget Sadbor dari Sukabumi: Viral di TikTok, Bawa Dampak Ekonomi Hingga Pembangunan Desa

JOGET SADBOR---Potret Gunawan alias Sadbor bersama rekan-rekannya kala melakukan joget ayam patuk di aplikasi Tiktok, Kamis (24/10/2024). (FOTO: KOMPAS).

Sukabumi, SumselSatu.com

Joget Sadbor yang viral di TikTok telah menjadi fenomena dan diperhatikan luas di Indonesia. Berawal dari aksi sekelompok warga Sukabumi yang berjoget bersama di media sosial, kegiatan ini menarik perhatian warganet dan menciptakan dampak ekonomi yang tak terduga bagi komunitas setempat.

Kelompok warga Sukabumi yang terlibat dalam aksi joget tersebut awalnya hanya berniat bersenang-senang dan mengisi waktu luang. Namun, video mereka yang diunggah di TikTok mendadak viral, dengan jumlah penonton yang mencapai jutaan kali tayang. Popularitas ini membawa keuntungan finansial bagi mereka.

Dari konten-konten joget yang mereka unggah, kelompok ini menerima banyak dukungan dalam bentuk hadiah virtual dan kontribusi dari penonton yang simpatik. Para pengikut mereka di TikTok juga memberikan sumbangan, yang kemudian dikelola untuk kegiatan sosial dan pembangunan di desa.

Salah satu bentuk pemanfaatan dana yang diterima adalah pembangunan rumah bagi beberapa anggota yang membutuhkan. Selain itu, sebagian dana juga digunakan untuk memperbaiki infrastruktur desa yang selama ini terabaikan, seperti jalan dan fasilitas umum lainnya.

Aksi Joget Sadbor ini dianggap sebagai inovasi positif oleh sebagian masyarakat dan pemerintah daerah. Mereka melihat bagaimana media sosial dapat membantu meningkatkan ekonomi desa, sekaligus membangun komunitas yang lebih kuat dan harmonis.

Namun, tidak semua pihak memberikan respon positif. Beberapa orang berpendapat bahwa aksi joget di TikTok mungkin tidak pantas jika dilihat dari segi kesopanan atau budaya setempat. Walau demikian, kelompok ini tetap mempertahankan aktivitas mereka dengan tujuan yang positif.

Pemimpin desa setempat menyatakan bahwa dana yang diterima dari kegiatan tersebut sepenuhnya dikelola secara transparan dan diawasi oleh perangkat desa. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sumbangan dan keuntungan yang diperoleh benar-benar digunakan untuk kepentingan bersama.

Dampak ekonomi dari aksi ini juga terlihat dari sektor bisnis lokal yang turut berkembang, seperti penjualan pakaian dan pernak-pernik yang digunakan oleh anggota komunitas untuk joget TikTok. Toko-toko kecil di sekitar desa pun merasakan keuntungan dari meningkatnya kunjungan.

Fenomena ini juga menarik perhatian para peneliti sosial yang tertarik mempelajari bagaimana tren di media sosial bisa menciptakan dampak ekonomi nyata di tingkat komunitas. Mereka melihat Joget Sadbor sebagai contoh kasus tentang kreativitas digital di era modern.

Joget Sadbor Sukabumi tak hanya sekadar konten hiburan, tetapi telah berkembang menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk memanfaatkan media sosial guna pembangunan ekonomi lokal. Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki potensi besar dalam membawa perubahan positif jika digunakan dengan tujuan yang baik.

Berapa Penghasilan yang Didapat?

Pria bernama Gunawan ternyata sosok di balik joget Sadbor dengan akun TikTok dan Youtube @sadbor86 mengatakan, mengatakan, live di TikTok biasa dilakukan mulai pagi sekira pukul 09.00 WIB hingga sore menjelang maghrib. Pada malam hari, dia menyerahkan ke rekannya yang lain.

Dari hasil live per hari, Gunawan bisa mendapatkan uang dari saweran sebesar Rp400.000-Rp700.000, dan hasil tersebut sudah bersih setelah dibagikan ke rekan-rekannya yang lain.

Selama dua tahun live TikTok, Gunawan mengaku banyak rekannya yang terbantu hingga bisa membeli sepeda motor, merenovasi rumah, hingga membeli rumah.

Gunawan juga tak mempermasalahkan komentar negatif dari para netizen. Termasuk menyebut dirinya dan warga mengemis online. Dia hanya berharap agar para penonton tak menghina menghina soal suku, agama, dan ras.

“Ya, kita mau dibilang apa sih bebas, asal jangan hina dalam konteks ras, suku, agama,” kata Gunawan.

Jika nantinya tak lagi bisa live untuk mendapatkan saweran, Gunawan akan kembali ke profesi lamanya sebagai penjahit.

“Ya, Sadbor punya keahlian nyopit, menjahit, dan kalau Sadbor mau jahit, ya tinggal jahit keliling aja. Kalau kata pepatah, orang miskin itu tidak takut miskin, adanya orang kaya yang takut miskin. Kita sekarang nikmati, jalani, syukuri,” kata Gunawan. #fly/kcm/pikiranrakyat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here