
Palembang, SumselSatu.com
Di sudut Lorong Cempaka Putih, Jalan Letjen Harun Sohar, Kebun Bunga, kepulan uap hangat dari panci besar menebarkan aroma kaldu udang yang menggugah selera. Di sanalah Pak Sutar, sosok di balik populernya Tekwan dan Model Pakde Sutar, sehari-hari menyapa pelanggannya dengan senyum ramah.
Kisah ini tak semanis senyumnya Pak Sutar. Usaha yang kini menetap di sebuah ruko nyaman ini berawal dari langkah kaki yang lelah mendorong gerobak kayu kecil di tahun 2014.
Terik matahari dan debu jalanan di kawasan Sukarami telah menjadi saksi bisu perjuangan Pak Sutar selama 12 tahun terakhir. Usaha kerasnya pun terbayar lunas, meski kulitnya tak lagi putih karena keseringan terpapar cahaya matahari. Pak Sutar kini tak lagi berpanas-panasan. Ia kini melayani pelanggan dari balik meja kasir ruko yang ia sewa.
Perjalanan Pak Sutar bukanlah kisah sukses semalam. Ada ribuan kilometer yang telah ia tempuh dan ribuan botol peluh yang jatuh demi mengumpulkan rupiah demi rupiah.
”Kuncinya cuma sabar dan tidak gengsi. Kalau kita tekun, jalan itu pasti ada,” ujar Pak Sutar saat ditemui di ruko barunya.
Saat berbincang santai, Pak Sutar mengenang masa awal merintis. Pak Sutar menceritakan bahwa keberanian adalah modal utamanya kala itu. Dengan dana yang sangat terbatas, ia hanya mampu membeli sebuah gerobak sederhana dan bahan baku secukupnya.
”Waktu mulai tahun 2014 itu, yang penting jalan dulu. Pakai peralatan seadanya, modal seadanya. Hasil jualan diputar lagi sedikit demi sedikit untuk menambah kekurangan,” kenang Pak Sutar saat berbincang mengenai awal perjalanan usahanya.
Bagi warga Sukarami, Tekwan Pakde Sutar bukan sekadar pengganjal perut. Cita rasa ikannya yang pas dan kuah yang gurih menjadi alasan mengapa pelanggan terus kembali. Pak Sutar sangat menyadari bahwa dalam bisnis kuliner, lidah pelanggan tidak bisa dibohongi.
”Kalau rasa berubah, pelanggan pasti langsung sadar. Makanya, dari dulu sampai sekarang, resep dan kualitas bahan tetap saya jaga,” tambahnya.
Meski kualitas tetap nomor satu, harga yang ditawarkan tetap membumi. Mulai dari Rp7000 per porsi, Tekwan dan Model ini menjadi primadona bagi berbagai kalangan, mulai dari pekerja hingga mahasiswa.
“Kami sengaja tidak mematok harga tinggi agar usahanya tetap bisa dinikmati semua orang,” timpal istri Pak Sutar.
Melewati Badai Pandemi
Perjalanan selama 12 tahun tentu tidak selalu mulus. Pak Sutar sempat diuji saat pandemi Covid-19 menghantam. Kebijakan karantina membuatnya harus berhenti berdagang sementara waktu, dan saat kembali buka pun, pembeli menurun drastis.
Namun, menyerah tidak ada dalam kamusnya.
“Di usaha kuliner itu kuncinya konsisten. Harga bahan naik atau pembeli sepi itu biasa. Saya belajar untuk lebih sabar dan terus menjaga kualitas supaya pelanggan lama tidak hilang,” jelasnya bijak.
Beradaptasi Dengan Zaman
Kini, Pakde Sutar tidak hanya mengandalkan pelanggan yang datang langsung. Mengikuti arus digitalisasi, ia mulai membuka layanan pemesanan online. Langkah ini terbukti efektif menjangkau pelanggan yang lebih luas tanpa mereka harus keluar rumah.
Menu pun kian beragam. Tak hanya tekwan dan model, kini tersedia pula mie ayam dan bakso untuk memberikan pilihan bagi pelanggan yang datang bersama keluarga.
Dari sebuah gerobak keliling hingga berhasil menyewa ruko, Pak Sutar membuktikan bahwa konsistensi adalah kunci kesuksesan. Baginya, memulai usaha tidak harus menunggu modal besar.
”Yang penting itu konsisten, disiplin, dan jangan mudah menyerah. Kita harus berani mulai, tapi juga siap dengan risiko. Kalau ditekuni serius, usaha pasti berkembang,” ujar Pak Sutar mengakhiri perbincangan.
Kisah Pak Sutar adalah pengingat bahwa keberhasilan tidak datang dari jalan pintas. Dari roda gerobak yang terus berputar selama 12 tahun, ia membuktikan bahwa ketekunan yang dibalut kesabaran akan selalu menemukan jalan menuju pintu kesuksesan yang permanen. (Penulis: Putri Cesa Adia Meka, Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Tridinanti Palembang).
Data Usaha:
Nama: Tekwan dan Model Pakde Sutar
Lokasi: Jalan Letjen Harun Sohar, Lorong Cempaka Putih, Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Spesialisasi: Tekwan, Model, Mie Ayam, dan Bakso.










