Kuliah di FK Unsri Tidak Harus Kaya

749
DITEMUI----Dekan FK Unsri dr Syarif Husin, MS, saat ditemui SumselSatu, di ruang kerjanya, belum lama ini. (FOTO: SS1/YANTI)

Palembang, SumselSatu.com

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) dr Syarif Husin, MS, mengatakan, selama ini, tidak sedikit yang menggembar-gemborkan bahwa biaya kuliah di FK Unsri mahal. Sehingga muncul pandangan bahwa hanya anak orang kaya saja yang bisa kuliah di kedokteran.

Padahal, kata Syarif, kenyataannnya ada mahasiswa FK Unsri yang kuliah gratis. Bagi yang membayar, uang kuliah disesuaikan dengan kemampuan orang tua. Jadi tidak harus anak orang kaya yang kuliah di FK Unsri.

Disampaikan Syarif, ada Program Bidik Misi melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Mahasiswa yang masuk FK Unsri lewat Program Bidik Misi, pembiayaan selama kuliah dibayar oleh negara melalui Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Semuanya gratis. Untuk pembiayaannya selama kuliah dibiayai dari Kemenristekdikti, termasuk uang sakunya,” ujar Syarif ketika ditemui SumselSatu, belum lama ini.

Jadi, lulusan SLTA yang orangtuanya secara ekonomi lemah atau miskin, dapat menjadi mahasiswa/mahasiswi FK Unsri. Asalkan, memiliki prestasi di bidang pendidikan.

“Jadi yang benar-benar pintar, dan orangtuanya tidak mampu, kuliahnya tidak bayar,” tandas Syarif.

Dia menambahkan, bagi mahasiswa yang tidak mendapatkan beasiswa dari Program Bidik Misi, maka biaya kuliahnya disesuaikan dengan penghasilan atau pendapatan orangtuanya.

Dijelaskan Syarif, Uang Kuliah Tunggal (UKT)  sudah ada aturannya. Bahkan, ada Surat Keputusan (SK) Menteri Keuangan terkait UKT. UKT Kelompok I biaya kuliah per semester Rp500 ribu.

“Biaya UKT itu disesuaikan dengan pekerjaan orang tua mahasiswa. Jadi berjenjang hingga Kelompok VIII tertingginya. Disesuaikan dengan penghasilan orangtua,” kata Syarif.

Dia mengatakan, ada mahsiswa yang gratis kuliah di FK Unsri. Ada juga anak buruh. Syarif menghimbau agar para lulusan SLTA untuk tidak takut berkuliah di FJK Unsri.

“Semua anak memiliki kesempatan untuk kuliah di Fakultas Kedokteran. Hanya saja,  semua disesuaikan dengan kemampuan siswanya, kalau benar-benar pintar bisa mendapatkan beasiswa Bidik Misi. Bagi yang tidak mendapatkan beasiswa,  biaya UKT mahasiswa disesuaikan dengan ekonomi orangtuanya,” kata Syarif. #nti

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here