Palembang, SumselSatu.com
Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang Duta Wijaya Sakti, SH, membantah pemberitaan yang menyatakan Anggota DPRD Palembang Ali Syaban dan Misobah, tidak aktif menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
“Saat ini kondisi mereka kurang sehat, masih dalam kondisi sakit, tapi bukan berarti mereka tidak ada kegiatan, itu salah. Karena mereka tetap aktif di rapat. Pak Ali Syaban masih ikut rapat lewat zoom meeting dan selalu hadir. Setiap kami kunjungan kerja, mereka juga ikut,” ujar Duta Wijaya Sakti saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (2/3/2023).
Dia mengatakan, Ali Syaban dan Misobah tidak setiap hari ke kantor karena mengikuti kegiatan kunjungan kerja (kunker) atau kegiatan di luar kota.
“Intinya mereka tetap ada kegiatan di DPRD, ke rapat masih hadir. Seperti Pak Misobah hadir saat rapat walaupun hanya beberapa jam. Kalau pak Ali Syaban beliau hadir pada zoom meeting, bahkan saat rapat baik di Fraksi maupun di rapat Komisi Pak Ali Syaban masih ikut memberikan masukan dan saran. Sekarang masih penerapan Work From Home (WFH). Fraksi PDI Perjuangan masih meminta pendapatnya. Artinya masih bisa memberikan kontribusi terhadap fraksi,” terangnya.
Duta Wijaya yang juga Ketua Komisi VI ini mengatakan, pemberitaan yang menyatakan Ali Syaban dan Misobah tidak pernah hadir pada rapat dan kunker itu berita hoak.
“Setiap Paripurna pak Ali Syaban itu hadir walaupun di zoom meeting. Pak Misobah juga sering datang, berapa hari yang lalu Pak Misobah hadir. Mereka tetap memberikan pemikirannya, memberikan masukan,” katanya.
“Mereka sakit itu bukan total. Karena mereka masih bisa bergerak, masih bisa beraktivitas. Hanya tidak terlalu bebas beraktivitas di luar. Jadi kalau diberitakan tidak sama sekali masuk kerja itu salah. Pemberitaan itu tidak benar,” sambungnya.
Duta mengatakan, apa yang dia sampaikan ini itulah kenyataannya.
“Saya sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Palembang memberitahukan apa yang saya tahu dan itulah fakta. Pak Ali Syaban dan Pak Misobah masih terus berkomunikasi, baik di rapat dan kunker,” katanya.
Terkait Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, sebagai kader partai dia bekerja dan patuh dengan apa yang diperintahkan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan.
“Kami diperintahkan turun ke masyarakat, maka kami turun setiap waktu. Kami selalu membantu program penurunan stunting, gotong royong, membantu masyarakat dalam kesusahan dan berbagi. Itulah yang kami lakukan. Sekarang taktik kita bagaimana masyarakat melihat bahwa PDI Perjuangan memang benar-benar hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Di DPRD Kota Palembang, PDI Perjuangan memiliki 7 kursi. Mereka tidak mematok target, tapi berusaha agar masyarakat tetap percaya dan yakin bahwa PDI Perjuangan masih bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Kalau kami berharap 10 atau 12 kursi, itu harapan semua partai, ingin mendapatkan banyak kursi. Tapi kami harus berbuat pada masyarakat, sehingga masyarakat memberikan kepercayaan kepada kami,” tegas Duta. #Nti