
Palembang, SumselSatu.com
Panitia Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) resmi membuka Pendaftaran Bakal Calon (Bacalon) Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (KONI Sumsel) masa bakti 2023-2027.
Sekretaris TPP Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) KONI Sumsel Iwan Kurniawan mengatakan, Musprovlub KONI Sumsel akan dilaksanakan tiga hari mulai 29-30 November 2023 di Ballroom Hotel The Zuri Palembang, dengan agenda utama Pemilihan Ketua Umum KONI Sumsel Periode 2023-2027.
Pengambilan Formulir Bacalon Ketua Umum KONI Sumsel tersebut dibuka sejak 25-26 November 2023 di Sekretariat KONI Sumsel mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Untuk pengembalian formulir pada, Selasa (28/11/2023) paling lambat pukul 24.00 WIB. Sementara, Rabu (29/11/2023) adalah masa verifikasi berkas.
“Untuk pengambilan formulir Bacalon Ketum KONI Sumsel boleh diwakilkan namun pada saat pengembalian wajib Bacalon yang bersangkutan untuk hadir,” ujar Iwan saat memberikan keterangan pers di Sekretariat TPP Musprovlub KONI Sumsel, Jumat (24/11/2023).
Untuk total suara yang diperebutkan sebanyak 86 suara dengan rincian 67 dari Pengurus Provinsi Cabang Olahraga (Pengprov Cabor), 17 dari KONI Kabupaten/Kota, 1 dari KONI Pusat dan 1 dari KONI Sumsel Demisioner. Selain itu, ada tambahan uang keseriusan sebesar Rp500 juta yang harus diserahkan saat pendaftaran dalam bentuk uang cash.
“Jadi Bacalon yang maju minimal harus mengantungi dukungan 27 suara, dan maksimal hanya ada tiga Bacalon Ketua Umum KONI Sumsel yang dapat bersaing,” katanya.
Terkait uang keseriusan sebesar Rp500 juta juga perlu diluruskan agar informasinya tidak simpang siur. Kata dia, angka Rp500 juta adalah keinginan peserta Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Sumsel yang sudah disetujui berdasarkan hasil voting suara.
“Dan satu hal yang perlu kami luruskan bahwa syarat uang 500 juta tersebut bukan bersifat administrasi, tapi uang keseriusan yang nanti akan digunakan pada saat terpilih sebum dana hibah 2024 dari pemerintah turun. Karena ada beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi seperti bayar air, listrik dan gaji pegawai sekurity yang per bulannya sekitar Rp70-80 juta. Sedangkan bagi yang Bacalon yang tak terpilih uang akan dikembalikan 100 persen tanpa potongan,” urainya.
Pihaknya memastikan pendaftaran Bacalon Ketua Umum KONI Sumsel 2023-2027 diselenggarakan secara transparan dan terbuka untuk publik. TPP juga membuka kesempatan kepada semua pihak untuk berkompetisi sebagai Bacalon Ketua Umum KONI empat tahun yang akan datang.
Dobel Surat Mandat Digugurkan
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana atau Organizing Committee (OC) Dhennie Zainal menambahkan, terkait uang keseriusan Bacalon sebesar 500 juta bukan datang dari KONI Sumsel tapi berdasarkan hasil Rakerprov KONI Sumel di The Alts Hotel yang kemudian disetujui oleh peserta Rakerprov.
“Begitu juga syarat lain seperti Pejabat Publik itu diperbolehkan karena Pasal 40 AD/ART sudah di revisi melalui Musyawarah Nasional (Munas) dan tidak ada masalah,” jelasnya.
Terkait syarat lain, yakni 30 surat mandat dari Pengprov Cabor atau KONI Kabupaten/Kota harus ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris. Jika hanya Sekretaris maka dianggap gugur, begitu juga mandat yang ditemukan mendukung dua Bacalon dianggap gugur. Namun pada saat Musprovlub tetap memiliki hak suara hanya gugur dalam dukungan mandat.
Tidak Pernah Dihukum
Wakil Ketua Umum (Waketum) V KONI Sumsel Asnawi HD menambahkan, adapun syarat untuk mencalonkan diri sebagai Bacalon Ketua Umum KONI Sumsel 2023-2027 adalah dengan melampirkan surat dukungan minimal 30 persen, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Surat Keterangan Bersih dan Tidak Pernah Dihukum, Surat Keterangan Bebas Narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel, Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit dan Visi Misi.
Untuk diketahui berdasarkan hasil Raker TPP diputuskan 7 orang nama dari berbagai unsur. Mulai dari Widodo Sigit Poedjianto dari KONI Pusat, Iwan Kurniawan dan Rizki Perdana dari KONI Sumsel, Zulfaini M Ropi dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sumsel, Darlis dari Ikatan Pencaksilat Indonesia (IPSI) Sumsel, Anton Nurdin dari KONI Palembang dan Herman Toni dari KONI Banyuasin. #ari