Penyelenggara 7 Pemilukada di Sumsel Diminta Tak ‘Main Api’

30
JUMPA PERS---Direktur Eksekutif Lintas Politika Indonesia Kemas Khoirul Muukhlis, saat memberikan keterangan kepada wartawan dalam jumpa pers di Palembang, Senin (7/12/2020). (FOTO: SS1/ANTON R FADLI)

Palembang, SumselSatu.com

Seluruh penyelenggara tujuh Pemilukada Kabupaten di Sumsel diminta untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan bersikap netral. Jika penyelenggara Pemilukada ‘bermain api’ atau tidak netral dan mengupayakan memenangkan pasangan calon tertentu, hal itu akan mencederai demokrasi.

“Kami mengingatkan agar seluruh penyelenggara Pilkada, KPU, PPK, PPS, KPPS, Bawaslu agar bersikap netral, jangan bermain api,” ujar Kemas Khoirul Muukhlis, Direktur Eksekutif Lintas Politika Indonesia, ketika jumpa pers di Palembang, Senin (7/12/2020).

Kata Muhklis, pihaknya berharap Pemilukada yang pemungutan suara dilakukan pada 9 Desember lusa, terlaksana dengan sukses, baik dari segi teknis penyelenggaraan maupun kualitas hasil pemilu.

Mukhlis menyampaikan, pihaknya menilai kompetisi yang paling hangat terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI). Karena itu. Lintas Politika Indonesia menurunkan tim untuk memonitor dan mengawasi pelaksanaan pemungutan suara serta tahapan lanjutannya di OI.

“Agar dapat terlaksana dengan baik dan terpilihnya bupati/wakil bupati yang legitemed,” kata pria yang pernah menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang tersebut.

“Dua hal yang menjadi fokus kami nantinya, pertama terkait netralitas penyelenggara pemilu baik itu KPU dan jajaran maupun Bawaslu dan jajaran sampai tingkat paling bawah. Netralitas harus menjadi acuan utama dalam mereka melaksanakan tugas. Jangan sampai ada keberpihakan, tentu ini akan mencederai demokrasi,” tambahnya.

“Penyelenggara pemilu harus netral dan tidak bermain api. Kami melihat ada indikasi yang tidak pada tempatnya mengenai netralitas penyelenggara pemilu di Ogan Ilir, tapi mudah-mudahan hal ini tidak terbukti nantinya,” kata Mukhlis lagi.

Dia menambahkan, fokus kedua pihaknya mengenai praktik politik uang atau moneypolitic. Karena, dalam setiap perhelatan pemilu, politik uang selalu menjadi isu menarik, namun sulit untuk dibuktikan.

“Untuk itu perlu dilakukan pengawasan ketat sehingga hal ini tidak terjadi, atau dapat ditekan seminimal mungkin,” kata Mukhlis.

Ada 50 orang yang akan ditempatkan di 16 kecamatan di OI. Kata Muhklis, sebelum turun ke lapangan, seluruh anggota tim akan mendapatkan pembekalan khusus.

“Sehingga memiliki pengetahuan yang cukup terhadap tugas yang akan diemban,” katanya.

Tujuh kabupaten di Sumsel yang menyelenggarakan Pemilukada adalah OI, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur (OKUT), dan OKU Selatan (OKUS). Kemudian, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas (Mura), dan Mura Utara (Muratara).#arf

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here